Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama kebakaran di permukiman padat akibat kondisi kemarau panjang yang dipengaruhi El Nino serta ancaman banjir.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan potensi kebakaran perlu menjadi perhatian serius karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran, khususnya di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi.
Sekarang ini kemungkinan untuk kebakaran potensinya tinggi sekali, terutama daerah-daerah yang padat penduduk, sehingga saya meminta betul kepada seluruh jajaran untuk mengantisipasi dan menjaga hal ini,”
ujar Pramono dalam keterangannya Selasa 06 Oktober 2026.
Menurut Pramono, kesiapan menghadapi bencana harus dilakukan sejak sebelum kejadian. Karena itu, seluruh jajaran Pemprov DKI diminta meningkatkan kewaspadaan dan langkah pencegahan di wilayah yang memiliki risiko tinggi.
Selain kebakaran, banjir juga menjadi perhatian Pemprov DKI. Pramono mengatakan penanganan banjir membutuhkan koordinasi antara Pemprov DKI dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah di sekitar Jakarta, terutama untuk sungai yang melintasi batas wilayah.
Pembebasan Lahan
Pemprov DKI, kata dia, saat ini berfokus pada pembebasan lahan untuk mendukung penataan 13 sungai utama. Sementara pembangunan turap pada sungai yang menjadi kewenangan lintas wilayah dilakukan oleh pemerintah pusat.
Hal yang berkaitan dengan perbatasan antarwilayah sebenarnya menjadi tugas pemerintah pusat, sedangkan Pemprov DKI Jakarta fokus pada pembebasan lahan seperti yang dilakukan di Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama,”
jelasnya.
Pramono menegaskan, kesiapan menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan respons ketika bencana terjadi. Penanganan juga harus mencakup evakuasi, pemenuhan kebutuhan warga terdampak hingga proses pemulihan setelah bencana.
Dalam penanggulangan bencana, sinergi seluruh unsur menjadi kunci utama, yaitu antara perangkat daerah, BNPB, BMKG, TNI, Polri, Forkopimda, dunia usaha, relawan, komunitas, dan masyarakat,”
tuturnya.
Menurut Pramono, penanganan bencana di Jakarta juga harus dilakukan secara menyeluruh hingga tahap pemulihan.
Sejumlah perangkat daerah, mulai dari Dinas Sosial, Dinas PPKUKM, Dinas Kesehatan hingga Dinas Pendidikan, dilibatkan sesuai kebutuhan warga terdampak.






