Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, menilai pemerintah perlu memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kementerian Kesehatan mencatat 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi hingga 14 Oktober 2026, termasuk 63.711 kasus pada anak berusia di bawah lima tahun atau balita.
Anak-anak, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat dengan penyakit pernapasan membutuhkan perlindungan khusus agar terhindar dari risiko komplikasi penyakit akibat asap karhutla,”
kata Made dalam keterangan tertulis yang diterima Owrite, Selasa, 20 Oktober 2026.
Made menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api.







