Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Megapolitan

Dana Bencana BNPB di Korupsi, Peneliti Desak Anggaran Karhutla Dibuka Secara Transparan!

mencakup kesiapan personel, ketersediaan peralatan pemadaman, serta dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Petugas Manggala Agni Daops Sumatera XII Muara Tebo bersama Pendamping Tahura OKH Dinas Kehutanan Provinsi Jambi melakukan pengecekan titik api di Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam (OKH), Jambi.
Petugas Manggala Agni Daops Sumatera XII Muara Tebo bersama Pendamping Tahura OKH Dinas Kehutanan Provinsi Jambi melakukan pengecekan titik api di Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam (OKH), Jambi. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan).

Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas anggaran penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, anggaran untuk pencegahan, patroli, kesiapsiagaan, peralatan pemadaman, hingga perlindungan kesehatan masyarakat harus digunakan sesuai peruntukan, terutama ketika warga masih menghadapi ancaman kebakaran dan asap.

Pemerintah perlu memastikan anggaran pencegahan, patroli, kesiapsiagaan, peralatan pemadaman, dan perlindungan kesehatan masyarakat digunakan sesuai peruntukan,”

kata Made dalam keterangan tertulis yang diterima Owrite, Melasa, 20 Oktober 2026.

Made mengatakan, pengelolaan anggaran perlu menjadi bagian dari evaluasi penanganan karhutla.

Iklan

Transparansi dan akuntabilitas diperlukan agar sumber daya yang tersedia benar-benar mendukung pencegahan, penanganan kebakaran, dan perlindungan masyarakat di wilayah terdampak.

Sorotan tersebut muncul setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kasus dugaan korupsi dana siap pakai (DSP) untuk penanganan bencana di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pada 14 Oktober 2026, KPK mengumumkan penetapan lima tersangka dalam perkara yang berkaitan dengan dugaan suap dan konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa.

Perkara dugaan korupsi dana siap kebencanaan tersebut belum dapat disimpulkan berkaitan langsung dengan penanganan karhutla,”

jelasnya.

Dalam konteks penanganan karhutla, Made menilai akuntabilitas anggaran perlu dilihat dari kesesuaian penggunaan dana dengan kebutuhan di lapangan.

Hal itu mencakup kesiapan personel, ketersediaan peralatan pemadaman, serta dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

TII menilai keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup diukur dari pelaksanaan pemadaman.

Upaya mencegah api meluas, kecepatan respons, perlindungan masyarakat, serta akuntabilitas penggunaan anggaran juga perlu menjadi bagian dari evaluasi penanganan bencana.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar