Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, menilai sistem pemantauan titik panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia perlu diikuti respons cepat serta kesiapan petugas di lapangan.
Keberadaan sistem pemantauan dinilai belum cukup apabila informasi yang terkumpul tidak segera ditindaklanjuti dengan langkah pencegahan dan penanganan.
Keberadaan sistem pemantauan belum cukup untuk mengatasi akar masalah apabila informasi yang tersedia tidak segera diterjemahkan menjadi tindakan di lapangan,”
ujar Made dalam keterangan tertulis yang diterima Owrite, Sellata, 20 Oktober 2026.
Indonesia memiliki Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) yang memanfaatkan pemantauan satelit.







