Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, menyoroti pernyataan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang menyebut kualitas udara di wilayahnya “aman terkendali”.
Menurut Made, komunikasi pemerintah yang tidak menggambarkan risiko secara utuh berpotensi membuat masyarakat meremehkan ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan.
Pemerintah seharusnya menyampaikan informasi sesuai kondisi di lapangan, menjelaskan langkah penanganan yang dilakukan, serta mengomunikasikan risiko kesehatan dan tindakan perlindungan yang perlu diambil masyarakat,”
ujar Made dalam keterangan tertulis yang diterima Owrite, Selasa, 20 Oktober 2026.
Made menilai informasi mengenai kualitas udara tidak semestinya berhenti pada pernyataan bahwa situasi terkendali.







