Pengesahan kepengurusan DPP Petani NasDem periode 2026–2029 tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai NasDem Nomor 262-Kpts/DPP-NasDem/VIII/2026.
Tiga Program Prioritas Petani NasDem
Program pertama adalah pembangunan demplot atau lahan percontohan pertanian terintegrasi seluas dua hektare di setiap provinsi.
Program ini dirancang untuk mengembangkan komoditas unggulan daerah, memperkuat akses pasar, serta membangun ekosistem usaha pertanian dari hulu hingga hilir.
Arif mencontohkan pengembangan kopi di Aceh, kakao di Sulawesi Barat, rumput laut di Nusa Tenggara Barat, dan padi organik di Jawa. Hasil pertanian juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pasar ekspor.
Program kedua menyasar pemberdayaan Kampung Nelayan Merah Putih serta pengembangan budi daya ikan lele dan nila.
Petani NasDem akan mendorong penguatan fasilitas pendukung nelayan, antara lain dermaga, tempat penyimpanan dingin (cold storage), pabrik es, ketersediaan solar, hingga pembentukan koperasi.
Adapun program ketiga berfokus pada pengembangan perhutanan sosial dan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).
Program ini ditujukan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan.
Arif menegaskan, ketiga program tersebut dirancang agar potensi pertanian, perikanan, dan kehutanan dapat dikembangkan secara terpadu sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dari gunung, dari sawah, dari pesisir sampai ke kelautan, semuanya kalau kita muliakan, rakyat pasti berdaya. Petani berdaya, nelayan berdaya,”
tegasnya.
Ia memastikan pelaksanaan program akan segera dimulai, antara lain melalui pembangunan demplot, pendataan kampung nelayan, pengembangan budi daya ikan, serta pemetaan kelompok tani hutan.
Saksikan kami, Ketum, bahwa kami akan buktikan jika tanah, laut, hutan dimuliakan, jika petani nelayan berdaya dan berdaulat, maka Indonesia jaya bukan lagi mimpi. Semua akan jadi kenyataan,”
pungkasnya.