Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Megapolitan

Berani Suarakan Karhutla di Stadion, Spanduk Jakmania Diminta Turun! Warganet Ramai-Ramai Soroti PSSI

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “All Eyes on Karhutla” sebagai bentuk sorotan terhadap persoalan karhutla.

image 10

Aksi suporter Persija Jakarta, Jakmania, dalam pertandingan melawan Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada 21 Oktober 2026, menarik perhatian publik.

Di tengah jalannya pertandingan Super League, mereka membentangkan spanduk bertuliskan “All Eyes on Karhutla” sebagai bentuk sorotan terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aksi tersebut menjadi perbincangan di media sosial setelah beredar unggahan yang memperlihatkan spanduk di tribun selatan stadion.

Iklan

Namun, spanduk itu disebut sempat diminta untuk diturunkan oleh steward, sehingga memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter mengenai kemungkinan adanya sanksi.

Peristiwa tersebut kemudian memicu beragam reaksi warganet. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan ruang kebebasan berekspresi bagi suporter di stadion, terutama ketika pesan yang disampaikan berkaitan dengan persoalan lingkungan.

Spanduk Diturunkan Steward

Mengutip unggahan akun Instagram @jackmania_dukuhzamrud pada 22 Oktober, spanduk bertuliskan “All Eyes on Karhutla” dibentangkan oleh Jakmania ketika Persija menghadapi Arema FC.

Dalam video yang beredar, spanduk tersebut terlihat terbentang di tribun selatan. Namun, steward disebut meminta agar spanduk itu segera diturunkan.

Permintaan tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter mengenai kemungkinan adanya sanksi atau denda.

Kekhawatiran itu juga dikaitkan dengan sanksi disiplin yang sebelumnya dijatuhkan kepada Persija dan kelompok pendukungnya.

Dalam naskah yang beredar, disebutkan bahwa Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan total denda Rp90 juta kepada Persija serta melarang Jakmania menghadiri enam pertandingan tandang. Sanksi tersebut dikaitkan dengan insiden kericuhan saat Persija menghadapi Persita Tangerang.

Meski demikian, hubungan antara insiden sebelumnya dan permintaan penurunan spanduk dalam laga melawan Arema FC perlu dipastikan melalui keterangan resmi pihak terkait.

Ruang Ekspresi Suporter Dibatasi

Aksi Jakmania tersebut turut mengundang perhatian sejumlah pengguna Instagram. Salah satunya adalah akun @tssnvtsr yang menandai akun Greenpeace Indonesia dan menyinggung aksi penyampaian pesan mengenai karhutla.

@greenpeaceid liat min. bahkan di stadion aja kita gaboleh menyuarakan karhutla, padahal cuma bentangin spanduk biasa min,”

tulis @tssnvtsr dalam unggahannya.

Komentar tersebut memperlihatkan kekecewaan terhadap permintaan penurunan spanduk yang membawa pesan lingkungan.

Bagi sebagian suporter, stadion tidak hanya menjadi tempat menyaksikan pertandingan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan kepedulian terhadap persoalan sosial.

Reaksi lain datang dari akun @allerambubani yang menyoroti kemungkinan adanya sanksi terhadap aksi tersebut.

Kocak sama spanduk takut @pssi @erickthohir klo sampe kena denda kocak,”

tulis akun tersebut.

Komentar-komentar itu menunjukkan bahwa persoalan spanduk “All Eyes on Karhutla” tidak hanya menjadi pembicaraan di kalangan pendukung Persija, tetapi juga berkembang menjadi diskusi lebih luas mengenai batas ekspresi suporter di stadion.

Isu kebakaran hutan dan lahan menjadi latar belakang utama aksi tersebut. Melalui pesan “All Eyes on Karhutla”, para suporter berupaya menarik perhatian publik terhadap persoalan lingkungan yang disebut masih membutuhkan penanganan serius, khususnya di Kalimantan.

Salah satu komentar lain datang dari akun @omen.pamungkas yang menekankan pandangannya mengenai kebebasan berekspresi di stadion.

Stadion itu tempat untuk menonton bola, bebas berekspresi dan bersuara.!!! Jangan campur tangan sepak bola dengan Politik.!!!,”

tulisnya.

Beragam komentar tersebut memperlihatkan adanya perbedaan pandangan mengenai penyampaian pesan sosial dan lingkungan dalam pertandingan sepak bola.

Di satu sisi, suporter ingin menyuarakan kepedulian terhadap persoalan publik. Di sisi lain, penerapan aturan stadion dan regulasi pertandingan tetap menjadi bagian dari penyelenggaraan kompetisi.

Sementara itu, aksi penyampaian pesan mengenai karhutla juga disebut pernah dilakukan melalui media sosial oleh sejumlah pihak, termasuk klub sepak bola di Eropa.

Namun, klaim mengenai keterlibatan klub tertentu perlu didukung sumber yang dapat diverifikasi.

Jakmania Tetap Bentangkan Spanduk

Meski sempat muncul permintaan untuk menurunkan spanduk, Jakmania disebut tetap mempertahankannya hingga pertandingan berakhir.

Aksi tersebut berlangsung di hadapan lebih dari 22.000 penonton yang hadir di stadion, berdasarkan informasi dalam naskah awal.

Peristiwa ini menjadi salah satu bentuk penyampaian pesan lingkungan melalui sepak bola. Perhatian yang muncul di media sosial juga memperlihatkan bagaimana aksi di tribun dapat berkembang menjadi perbincangan publik di luar lapangan.

Bagi para suporter yang terlibat, spanduk “All Eyes on Karhutla” menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat mengenai persoalan kebakaran hutan dan lahan.

Namun, kepastian mengenai alasan steward meminta spanduk diturunkan serta kemungkinan adanya sanksi masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak penyelenggara dan otoritas terkait.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Aktif menulis berbagai artikel bertema liputan khusus, gaya hidup, hingga isu transportasi publik di OWRITE.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar