Suasana aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat memanas menjelang malam, Rabu, 28 Oktober 2026.
Polisi menembakkan gas air mata dan mengerahkan kendaraan penyemprot air atau water cannon untuk membubarkan massa yang bertahan di sekitar Jalan Imam Bonjol dan berupaya menuju Bundaran HI.
Berdasarkan pantauan Owrite di lokasi, ketegangan meningkat sekitar pukul 18.00 WIB ketika aparat berupaya memukul mundur demonstran.
Iklan
Sejumlah tembakan gas air mata terdengar di Jalan Imam Bonjol, sementara bentrokan dan pengerahan water cannon sekitar pukul 18.20 WIB.
Sebelum situasi memanas, massa mahasiswa dan elemen masyarakat sipil telah berkumpul di kawasan Bundaran HI dan sekitar Gedung UOB.
Mereka menggelar aksi bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah massa yang hendak bergerak menuju Bundaran HI tertahan barikade aparat. Pada sore hari demonstran masih berkumpul di depan Gedung UOB dan meminta polisi membuka akses menuju kawasan tersebut.
Ketegangan kemudian meningkat ketika aparat berupaya membubarkan massa. Gas air mata ditembakkan ke arah demonstran, sedangkan kendaraan water cannon digunakan untuk mendorong massa menjauh dari titik yang dijaga aparat.
Peristiwa tersebut membuat situasi di sekitar Jalan Imam Bonjol dan akses menuju Bundaran HI menjadi perhatian hingga malam.
Aksi itu merupakan bagian dari demonstrasi bertajuk #IndonesiaSadar yang melibatkan mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), bersama elemen masyarakat sipil.
Sejak siang, massa menyuarakan sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah dan menuntut pelaksanaan mandat konstitusi.
Lima tuntutan utama yang dibawa massa meliputi penetapan status bencana nasional dan penegakan hukum terhadap korporasi yang dinilai bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan; penggunaan APBN untuk kepentingan rakyat; penurunan biaya pendidikan dan pemerataan layanan dasar; penghentian penyalahgunaan hukum serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme; serta pemulihan kebebasan berpendapat dan penghentian militerisasi di ruang sipil.
Dampak aksi turut terasa pada arus lalu lintas di kawasan pusat Jakarta. Sejumlah ruas jalan di sekitar Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, dan akses menuju Bundaran HI mengalami pembatasan atau pengalihan selama demonstrasi berlangsung.
Pada pukul 20.53 WIB aksi di sekitar Bundaran HI telah bubar dan akses jalan kembali dibuka. Petugas masih berjaga serta membersihkan area yang sebelumnya digunakan untuk aksi.