Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Megapolitan

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun, Klaim Serap 440 Ribu Tenaga Kerja

Investasi DKI Jakarta mencapai Rp249,3 triliun pada Januari-September 2026, tumbuh 22,1 persen dan menyerap 440.744 tenaga kerja.

Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)
Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)

Sepanjang Januari-September 2026, realisasi investasi DKI Jakarta mencapai Rp249,3 triliun. Nilai tersebut tumbuh 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan telah menyerap 440.744 tenaga kerja Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) capaian tersebut menempatkan Jakarta di posisi pertama sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional dengan kontribusinya mencapai 16,2 persen.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan investasi tidak hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja.

Iklan

Penyerapan lebih dari 440 ribu tenaga kerja ini menunjukkan bahwa investasi memiliki peran penting dalam membuka kesempatan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi,”

ujar Heru dikutip dari siaran pers DKI Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Sektor Usaha

Sejumlah pencari kerja mendaftar untuk mencari informasi lowongan saat Pameran Bursa Kerja
ANTARAFOTO/Maulana Surya/nz

Dari total tenaga kerja yang terserap, sebanyak 322.380 orang bekerja pada sektor usaha dengan sumber penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) menyerap 118.364 tenaga kerja.

Dengan sektor usaha, transportasi, gudang, dan telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar di Jakarta yang nilainya mencapai Rp76,3 triliun atau 31 persen dari total investasi.

Posisi berikutnya ditempati sektor jasa lainnya sebesar Rp69,3 triliun atau 28 persen. Adapun sektor perdagangan dan reparasi mencatatkan investasi sebesar Rp34,3 triliun atau 14 persen.

Sementara itu, Singapura menjadi negara dengan kontribusi investasi asing terbesar di Jakarta, yakni Rp37,9 triliun. Disusul, Republik Rakyat Tiongkok sebesar Rp12,9 triliun, Hong Kong Rp7,6 triliun, Jepang Rp6,9 triliun, dan Korea Selatan Rp3,3 triliun.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.