Selain kehadirannya dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010, MUI turut mempersoalkan konser Bocelli di Tel Aviv pada 2022.
Arsip media Jewish Journal yang diterbitkan pada 10 Desember 2010 mencatat Bocelli tampil sebagai salah satu pengisi acara gala penggalangan dana FIDF di Century City, Los Angeles.
Acara tersebut diselenggarakan oleh pengusaha Haim Saban dan berhasil menghimpun sekitar US$8,75 juta untuk FIDF wilayah barat. FIDF merupakan organisasi yang menggalang dukungan bagi tentara Israel.
Dengan demikian, keterlibatan Bocelli sebagai penampil dalam acara penggalangan dana tersebut memiliki catatan dokumenter.
Namun, tidak ditemukan bukti dalam arsip tersebut bahwa Bocelli secara pribadi menyumbangkan uang atau secara langsung mendanai persenjataan militer Israel. Perbedaan ini penting agar tuduhan terhadap penyanyi tersebut tidak melampaui fakta yang tersedia.
Penolakan terhadap konser kemudian berujung pada demonstrasi di sekitar JIExpo. Massa mempersoalkan kehadiran Bocelli di Indonesia dan menuntut pembatalan konser sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Tensi
Situasi memanas ketika sebagian pengunjuk rasa mencoba menerobos gerbang, membakar pembatas jalan, dan melempar batu. Dalam orasinya, Bahar Smith mengultimatum keras kepada penyelenggara konser. Ia menegaskan massa tidak akan mundur dari tuntutan pembatalan pertunjukan.
“Konser dibatalin atau kami perang. Tidak ada kata mundur bagi kami, kalian jiwa korsa, kami siap mati. Kami jatuh cinta kepada Palestina,”
kata Bahar dalam orasinya, dikutip pada Kamis, 5 November 2026.
Kericuhan tersebut menyebabkan 33 orang luka-luka, termasuk petugas TNI, kepolisian, dan masyarakat. Polisi menyebut upaya pertemuan antara pihak penyelenggara dan massa penolak telah dilakukan tiga kali, tetapi tidak mencapai kesepakatan.
Meski demonstrasi berlangsung ricuh di luar gedung, konser bertajuk Romanza 30th Anniversary tetap digelar sesuai jadwal pada Selasa malam.