Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan peringatan penting soal kondisi lahan pertanian nasional.
Menurutnya, sekitar 100 ribu hektare sawah di Indonesia hilang setiap tahun karena alih fungsi lahan menjadi kawasan industri, perumahan, dan proyek komersial lainnya.
Hampir 100.000 hektare sawah kita tiap tahun hilang. Hilang karena dibeli dan diubah menjadi real estate atau pabrik,” ujar Prabowo dalam pidatonya saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/10/2025).
Untuk mengatasi ancaman penyusutan lahan pertanian tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah mulai mencetak sawah baru seluas 225 ribu hektare dan menargetkan perluasan total hingga 480 ribu hektare pada akhir 2026.
Selain membuka sawah baru, pemerintah juga melakukan intensifikasi pertanian dengan program pompanisasi di berbagai daerah agar produktivitas meningkat.
Pupuk lancar, benih lancar, air lancar dengan intervensi kita. Karena itu, produksi melonjak luar biasa,” tegasnya.
Produksi Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah
Dalam laporan terbarunya, Prabowo mengungkap bahwa produksi beras nasional periode Januari–Oktober 2025 telah mencapai lebih dari 31 juta ton rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia.
Sementara itu, cadangan beras pemerintah di gudang Bulog juga mencapai 4,2 juta ton per Juni 2025, jumlah tertinggi yang pernah dicatatkan.
Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah menaikkan harga pembelian gabah menjadi Rp6.500 per kilogram dan menindak tegas oknum yang mempermainkan harga beras subsidi.
Bangun 100 Gudang Baru
Presiden Prabowo juga memastikan langkah besar lain untuk memperkuat rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah telah menghapus 145 regulasi yang selama ini menghambat distribusi pupuk ke petani. Selain itu, 100 gudang baru akan dibangun untuk memperkuat kapasitas penyimpanan Bulog.
Kita kekurangan gudang, tapi sudah siapkan dananya. Bulog akan bangun 100 gudang dalam waktu sesingkat-singkatnya,” jelas Prabowo.
Sidang Kabinet Paripurna kali ini digelar bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahan Prabowo–Gibran.
Menariknya, seluruh peserta sidang mulai dari Presiden, Wakil Presiden, hingga para menteri kompak mengenakan kemeja panjang bernuansa coklat, menandai simbol kesederhanaan dan kebersamaan dalam membangun bangsa.


