Presiden Prabowo Subianto mengaku menitipkan mantan pengawalnya yang merupakan bintara polri agar bisa dinaikkan pangkatnya menjadi perwira.
Hal itu dikatakan Prabowo menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkoba 214 ton di lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Rabu (29/10/2025).
Prabowo awalnya mengaku ada mantan pengawalnya itu agar dimasukkan ke sekolah calon bintara (Secaba), nantinya pangkatnya bisa naik menjadi seorang perwira.
Ia meminta itu langsung dihadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Yaa kalo mantan pengawal saya yang dulu mengawal saya tolonglah masuk secaba, masa ya kan itu sah boleh dong, saya titip. Ini bintara baik ya jadikanlah perwira,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Ia menceritakan mantan pengawalnya itu sudah mempertaruhkan nyawanya, bahkan rela hujan-hujanan saat mengawal.
Menurut kepala negara menitipkan mantan pengawalnya itu sah-sah saja.
“Aku tuh di mobil ‘aduh hujan deras’ di pertaruhkan nyawa dia. Jadi ya saya ngaku lah tapi itu sah. Bener nggak,” ujar Prabowo.
Namun Prabowo menyinggung soal titipan itu bukan hanya dirinya saja, ada Jenderal dan menterinya juga melakukan hal yang sama.
Meski demikian, presiden menegaskan tidak pernah satupun menitipkan keponakannya agar masuk ke institusi kepolisian.
“Hayo jenderal-jenderal menteri-menteri kalian juga nitip-nitip kan, satu dua orang boleh tapi nggak ada saya titip ponakan, ya enggak kan tolong jadi ini, enggak ada,” kelakarnya.

