Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Tercemar Bakteri Ecoli, 11.640 Orang Keracunan MBG

Menurut Dadan, maraknya kasus keracunan MBG disebabkan ada pencemaran bakteri Ecoli dari air. Hal itu berdasarkan data yang didapatkannya dari Kemenkes.

Hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Bandung di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/11/2025). Polri menargetkan sebanyak 33.600 tenaga kerja terserap pada program sentra produksi pangan gizi serta diharapkan dapat memberikan manfaat kepada 2,3 juta masyarakat di seluruh Indonesia
Hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Bandung di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/11/2025). Polri menargetkan sebanyak 33.600 tenaga kerja terserap pada program sentra produksi pangan gizi serta diharapkan dapat memberikan manfaat kepada 2,3 juta masyarakat di seluruh Indonesia. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana, mencatat ada 211 kasus keracunan disebabkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Total tercatat ada 11.640 orang mengalami keracunan.

Terkait khususnya keracunan pangan di Indonesia secara umum, total kejadian di Indonesia itu sampai hari ini ada 441 total kejadian, dimana MBG menyumbang 211 kejadian atau kurang lebih 48 persen dari total keracunan pangan yang ada di Indonesia,”

kata Dadan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX di DPR, Rabu (12/11/2025).

Akibat dari keracunan pangan itu, kata Dadan, sebanyak 636 dari 11.640 orang harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Lalu selebihnya menjalani rawat jalan. Dia kemudian menyinggung data yang diperolehnya dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berbeda. Kata dia perbedaan data rawat inap dari keracunan MBG hanya berbeda 2 saja.

Jika dilihat total penerima manfaat yang menerima gangguan kesehatan itu yang dirawat inap ada 636 kalau di data kami, kalau di Kemenkes 638. Beda 2, tapi kami akan sinkronkan. Kemudian yang rawat jalan di data kami 11.004. di Kemenkes 12.755, sehingga totalnya kalau berbasis laporan Kemenkes itu 13.371 penerima manfaat yang alami gangguan kesehatan akibat program makan bergizi,”

ujar dia.

Lebih lanjut, Dadan mengklaim BGN telah memproduksi miliar porsi hingga saat ini. Tercatat sampai hari MBG sudah memproduksi total 1,8 miliar porsi makan.

Iklan

Langkah Antisipasi

Untuk mengantisipasi kejadian tidak terulang lagi, BGN mewajibkan satuan pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan alat sterilisasi tempat penyajian makanan alias food tray.

Setiap SPPG sekarang diminta menggunakan sterilisasi food tray, terutama yang berbahan seperti lemari dan memiliki uap panas yang bisa sampai 120 derajat sehingga food tray bisa cepat dikeringkan, dan juga steril,”

paparnya.

Menurut Dadan, maraknya kasus keracunan MBG disebabkan ada pencemaran bakteri Ecoli dari air. Hal itu berdasarkan data yang didapatkannya dari Kemenkes.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal