Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah mempersiapkan penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) berbasis kelapa sawit.
Airlangga mengatakan, dalam rangka hilirisasi Indonesia tengah gencar mengubah minyak sawit menjadi energi bersih, yakni melalui program mandatori biodiesel. Pada 2024, Indonesia menerapkan Program B40 dan telah berhasil mengurangi impor bahan bakar fosil lebih dari 15,6 juta kiloliter, serta mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 41,46 juta ton setara CO2.
Saat ini, kami juga sedang mempersiapkan tahap selanjutnya, yaitu penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) berbasis kelapa sawit. Salah satu contoh yang baik adalah kerja sama antara PT Pindad dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam Pengembangan Fasilitas Produksi Industri Pertahanan. Inisiatif ini akan memanfaatkan sumber daya lokal, termasuk material berbasis minyak sawit,”
Airlangga dalam keterangannya Kamis (13/11/2025).
Untuk memastikan daya saing dan keberlanjutan, Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025.






