Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Kenang Agustus Kelabu – Black September, Dilema Kapolri Antara Keamanan dan Keselamatan

Dirinya menceritakan, pada saat kerusuhan di Jakarta dirinya harus berdapan dengan keputusan yang cepat dan tegas. Disaat yang bersamaan, Kapolri harus memikirkan bagaimana cara menyelamatkan anak buahnya.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan dengan International Trade Union Confederation (ITUC) di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (10/11/2025). Pada kunjungan tersebut Polri dengan International Trade Union Confederation (ITUC) membahas tentang upaya perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan para buruh di Indonesia guna mendukung terciptanya iklim ketenagakerjaan yang kondusif.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan dengan International Trade Union Confederation (ITUC) di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (10/11/2025). Pada kunjungan tersebut Polri dengan International Trade Union Confederation (ITUC) membahas tentang upaya perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan para buruh di Indonesia guna mendukung terciptanya iklim ketenagakerjaan yang kondusif. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenang insiden kerusuhan di depan markas Brimob Polda Metro Jaya, Senen, Jakarta Pusat, saat kerusuhan Agustus 2025 lalu. Sigit menyebut insiden itu dikenal sebagai Agustus Kelabu dan Black September.

Hal itu disampaikan saat menghadiri HUT Brimbo ke-80 di Mako Brimbo Kelapa Dua, Depok. Sigit mengungkapkan, dari aksi tersebut sebanyak 1.071 orang telah diamankan.

Beberapa waktu lalu terjadi kerusuhan di berbagai negara salah satunya Indonesia dan ini betul-betul menjadi catatan bagi kita khususnya menjadi catatan yang kita kenal dengan nama Agustus Kelabu dan Black September,”

kata Sigit dalam sambutannya, Jumat (14/11/2025).

Menurut Sigit, kerusuhan serupa juga terjadi di belahan negara lain, diantaranya Nepal, Prancis, Peru, dan India. Ujung dari kerusuhan itu sampai telah mengkudeta masing-masing kepala negara.

Iklan

Dirinya menceritakan, pada saat kerusuhan di Jakarta dirinya harus berdapan dengan keputusan yang cepat dan tegas. Disaat yang bersamaan, Kapolri harus memikirkan bagaimana cara menyelamatkan anak buahnya.

Kita mengambil langkah yang diperlukan dan alhamdulillah itu juga yang bisa membuat moril rekan-rekan semuanya kembali bangkit dan kemudian kita bisa mengambil situasi keamanan khususnya anak-anak saya, adik-adik saya yang berada di Kwitang, saat itu situasinya mencekam,”

ujar Sigit.

Belajar dari kerusuhan di markas Brimob Polda Metro Jaya, menurut Sigit masih banyak pekerjaan rumah di institusi yang dipimpinnya seiring dengan perkembangan zaman.

Tentunya banyak juga hal-hal lain ancaman-ancaman yang extraordinary crime yang kita harus selalu siap disesuaikan dengan perkembangan dinamika yang ada sehingga keterampilan yang harus kita miliki juga harus terus disesuaikan,”

terangnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas