Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 22 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / TII Sebut Kebebasan Akademik Masih Belum Aman
Nasional

TII Sebut Kebebasan Akademik Masih Belum Aman

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: November 25, 2025 10:08 am
Adi Briantika
Ivan
Share
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi (Foto: pixabay.com)
SHARE

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII) Adinda Tenriangke Muchtar, berpendapat kebebasan akademik di Indonesia masih jauh dari aman dan belum menjadi prioritas pemerintah, institusi pendidikan, maupun aparat penegak hukum.

Apalagi terdapat aparat penegak hukum yang cenderung menggunakan pendekatan represif, alih-alih membuka ruang untuk dialog kebijakan (policy dialogue).

Aparat harus mulai membiasakan diri dengan policy dialogue. Jangan sedikit-sedikit tangkap. Kritik itu bagian dari demokrasi, bukan ancaman,”

Adinda, Senin, 24 November 2025.

Ia juga menyoroti maraknya fenomena doxing yang menimpa warga, aktivis, hingga akademisi yang menyampaikan kritik di ruang publik.

TII mendesak negara untuk memastikan proses hukum yang transparan dan membangun literasi hukum di masyarakat, agar hukum tidak digunakan untuk membungkam suara-suara kritis.

Dari sisi institusi pendidikan, Sekretaris Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia Teuku Harza menyorot kelemahan pada Statuta UI.

Menurutnya, statuta saat ini hanya menekankan tanggung jawab akademik tetapi belum mengatur perlindungan yang memadai bagi kebebasan akademik.

Ini membuat kampus rentan ketika ada tekanan eksternal maupun internal,”

Teuku Harza.

Kekhawatiran terhadap tekanan eksternal juga dirasakan langsung oleh mahasiswa.

Abira Massi, mahasiswa Ilmu Politik UI, berbagi pengalamannya bahwa ancaman terhadap kebebasan berekspresi justru lebih sering datang dari luar kampus.

Tekanannya lebih banyak bukan dari dalam kampus, tapi dari eksternal. Saya pernah mengkritik seorang politisi yang bikin konten, lalu timnya meminta agar postingan saya di-take down,”

Abira.

Maka TII menilai rangkaian kasus ini menunjukkan bahwa kebebasan akademik belum dipahami sebagai pilar penting demokrasi.

Kampus, pemerintah, dan aparat penegak hukum dinilai perlu memperkuat mekanisme perlindungan bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti agar ruang akademik tidak menjadi arena penuh tekanan dan intimidasi.

Berikut kasus-kasus relevan dalam isu tersebut:

​1. Doxing terhadap kritikus

​Isu doxing yang disorot oleh TII terbukti sering menimpa kalangan aktivis dan peneliti, yang dapat berdampak pada akademisi.

​Peneliti ICW Jadi Korban Doxing: Seorang peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Diky Anandya, menjadi korban doxing dan bahkan ancaman pembunuhan setelah mengkritik Presiden (berkaitan dengan nominasi OCCRP).

Kasus ini dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Januari 2025. Kasus ini sangat relevan karena mencerminkan bagaimana kritik publik seringkali berbasis riset akademik dibalas dengan serangan digital yang mengancam keselamatan dan data pribadi.

​Seorang mahasiswa di Riau menjadi korban doxing usai mengkritik rekrutmen Polri pada Agustus 2025. Ini secara spesifik menghubungkan mahasiswa (insan akademik) dengan kritik terhadap aparat penegak hukum yang kemudian direspons dengan penyebaran data pribadi.

​2. Pelanggaran Kebebasan Akademik di Lingkungan Kampus

​TII catat 86 kasus pelanggaran (April-Juni 2025) kebebasan akademik. Pelanggaran terbanyak terjadi di ranah ekspresi akademik dan budaya (52 kasus). Korban terbanyak adalah mahasiswa (44 kasus), diikuti lembaga kemahasiswaan dan dosen.

​Aktor pelanggaran adalah pejabat kampus dan aparat Ironisnya, TII menemukan bahwa aktor pelanggaran terbanyak adalah pejabat kampus (42 kasus), sementara aparat penegak hukum terlibat dalam 25 kasus. Hal ini menguatkan poin TII bahwa perlindungan tidak hanya harus datang dari eksternal, tetapi juga dari internal kampus.

3. Tekanan otoritas terhadap akademisi. ​

Menjelang Pilpres 2024, beberapa rektor dari universitas ternama terekam memberikan apresiasi terhadap capaian pemerintah saat itu, yang oleh KIKA dinilai menciptakan kesan bahwa akademisi terlibat dalam propaganda politik. Hal ini mencerminkan tekanan politik yang dapat mengaburkan independensi dan integritas akademik.

Tag:Adinda Tenriangke MuchtarAparat Penegak HukumKebebasan Akademik NasionalTII
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Sejumlah kendaraan pemudik melaju saat penerapan sistem satu arah di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah.
Nasional

Polri Siapkan Skema One Way Lokal saat Arus Balik 23 Maret 2026, Catat Titiknya  

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal memberlakukan skema one way lokal saat…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat
Dusep
8 jam lalu
gambar Ilustrasi
Nasional

Jejak Oknum Aparat Dari Kritik ke Teror Hingga Catatan Kasus Kriminal, Negara Gagal Lindungi Warganya?

Kamis, 12 Maret 2026, menjadi catatan kelam bagi kebebasan sipil. Ruang berekspresi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
2 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memberikan pembaruan kondisi Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus setelah disiram air keras, di kantor YLBHI
Nasional

Tolak Peradilan Militer Kasus Andrie Yunus, PSHK Gaungkan Prinsip Yurisdiksi Fungsional

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menolak penanganan kasus percobaan pembunuhan…

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
By
Adi Briantika
Ivan
2 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam kasus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026.
Nasional

Investigasi TAUD Kasus Andrie Yunus: Bukan Empat, Tapi Belasan Terduga Pelaku dalam Operasi Besar

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) telah melakukan investigasi independen kasus serangan air…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up