Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, menugaskan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk menjaga kilang-kilang milik PT Pertamina (Persero), mulai Desember 2025. Penjagaan kilang oleh TNI ini merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan rencana penugasan TNI untuk menjaga kilang Pertamina merupakan hal yang wajar. Sebab, kilang minyak merupakan objek vital nasional (obvitnas) dan wajib mendapatkan pengamanan ketat.
Kilang minyak termasuk objek vital nasional yang perlu pengamanan yang cukup ketat,”
ujar Yuliot saat dihubungi owrite Rabu, 26 November 2025.
Yuliot menjelaskan, terdapat beberapa kriteria objek vital nasional diantaranya menghasilkan kebutuhan pokok sehari-hari, berpotensi mengancam pembangunan nasional, mengganggu kelancaran transportasi, hingga mengganggu penyelenggaraan pemerintahan.
Terdapat kriteria objek vital nasional menghasilkan kebutuhan pokok sehari-hari, ancaman terhadap pembangunan nasional, ancaman gangguan transportasi dan gangguan penyelenggaraan pemerintahan,”
jelasnya.
Yuliot menuturkan, pengamanan kilang milik Pertamina oleh TNI merupakan arahan khusus Presiden Prabowo Subianto. Hal ini katanya, sudah diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) 63/2024.
Pengamanan Obvitnas sesuai Keppres 63/2004 adalah TNI dan Polri. Untuk kilang secara khusus Presiden menugaskan TNI,”
jelasnya.
Prabowo Panggil Bahlil Hingga Sjafrie ke Hambalang
Sebelumnya, Presiden Prabowo memanggil sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih ke Hambalang, Bogor, pada Minggu, 23 November 2025. Dalam pertemuan ini, dibahas sejumlah agenda strategis diantaranya hasil kerja dan rencana tindak lanjut Satgas Penertiban Kawasan Hutan, penertiban kawasan pertambangan.
Kemudian konsekuensi hukum atas pelanggaran serta aktivitas ilegal di sektor kehutanan dan pertambangan, dan penanganan sejumlah kawasan ilegal yang sebelumnya sulit dijangkau oleh aparat.
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,”
ujar Prabowo melalui Instagram @sekretariat.kabinet.
Pada pertemuan ini dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BPKP, dan Kepala PPATK.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya juga mengungkapkan, TNI AD akan menjaga kilang-kilang milik PT Pertamina (Persero). Penjagaan akan dilakukan mulai Desember 2025. Menurutnya, dilibatkannya TNI ini dilakukan dalam rangka pengamanan serta menjaga industri strategis nasional.
Menyelamatkan kepentingan nasional serta menjaga industri strategis yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara. Sebagai contoh, kilang dan terminal Pertamina, ini juga bagian yang tidak terpisahkan daripada gelar kekuatan kita,”
ujar Sjafrie di DPR dikutip Rabu, 26 November 2025.
Sjafrie mengatakan, penugasan prajurit TNI di kilang tersebut termasuk pengamanan instalasi strategis, serta merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Tugas-tugas pengamanan instalasi strategis khususnya yang dimiliki oleh Pertamina, ini juga bagian dari OMSP dan ada di dalam revisi Undang-Undang TNI yang 14 pasal itu,”
ujar Sjafrie di DPR dikutip Rabu, 26 November 2025.
Menhan menuturkan, pengamanan ini akan dimulai pada Desember melibatkan prajurit TNI AD, dengan dipantau oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.


