Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, mengatakan pihaknya telah memodifikasi cuaca di tiga bandara sebagai upaya mendukung penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Menurut Teuku Faisal, modifikasi cuaca ini akan berlangsung hingga 3 Desember 2025 mendatang. Langkah modifikasi juga berguna mempermudah penyaluran bantuan.
Saat ini kita rencanakan masih tetap berlangsung di tiga bandara yaitu di Sultan Iskandar Muda, Kualanamu, serta di bandara di Padang, sampai dengan 3 Desember,”
Teuku Faisal dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah, di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin 1 Desember 2025.
Faisal menekankan bahwa modifikasi cuaca berguna agar proses penyelamatan hingga proses memberikan bantuan tidak terganggu oleh cuaca dan curah hujan yang tinggi.
Adapun modifikasi cuaca dilakukan dalam dua cara yakni menghujankan dengan menebarkan natrium klorida (NaCl), dan mencegah terjadinya hujan dengan menyebar kalsium oksida.
Kita menebarkan NaCl di daerah-daerah yang sekiranya hujan bisa turun di daerah yang tidak rawan, misalnya di laut atau di daerah yang tidak terdampak bencana,”
Teuku Faisal.
Jika dia menumpuk di daerah yang sangat rawan bencana, itu kita menyebarkan (CaO) untuk meluruh, memecah, sehingga hujan yang tadinya akan terjadi menjadi menyebar dan tidak terjadi hujan,”
Teuku Faisal.
Selain itu, BMKG juga telah mengerahkan lima pesawat untuk membantu mengangkut bantuan di daerah Aceh, Medan, dan Padang.

