Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part I) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?
Nasional

(Part I) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Maret 23, 2026 2:49 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Acara GoMudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta
Acara GoMudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta, Jumat (13/3/2026). GoTo berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan menggelar program mudik gratis, GoMudik yang memfasilitasi mitra pengemudi Gojek dan keluarga untuk pulang kampung dengan lima kota tujuan dan diikuti sekitar 4 ribu peserta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc)
SHARE

Sejak beberapa minggu terakhir, banyak masyarakat yang mengeluhkan soal susahnya memesan ojek online (ojol) di Jakarta dan sekitarnya. Di media sosial, fenomena ini disebut ‘krisis ojol’.

Daftar isi Konten
  • Trafik Tinggi, Potongan Besar
  • Sistem Member Memberatkan

Fenomena ‘krisis ojol’ ini jadi perbincangan di media sosial, tidak hanya karena kesulitan mendapatkan pengemudi, tapi juga lambatnya pergerakan pengemudi hingga tarif yang melonjak tinggi.

Salah satunya adalah Sarah, yang menceritakan pengalamannya kesulitan mendapatkan pengemudi ojek online beberapa minggu terakhir jelang Ramadan.

Ia bercerita, kala itu ia dari Stasiun Gondangdia dan akan pergi ke Grand Indonesia, hampir 20 menit ia memesan ojek online tapi tidak ada yang mengambil orderan tersebut. Bahkan beberapa kali pesanannya dibatalkan oleh driver.

Sekitar 20 menitan saya nunggu tapi nggak ada driver yang ambil pesanan saya. Pas dapet, malah dicancel sama drivernya. Akhirnya saya dapet tapi harus nunggu lagi sekitar 28 menitan, tapi tetap saya tungguin daripada susah dapet lagi,”

ujar Sarah kepada owrite.

Selain Sarah, ada juga Atika, warga Depok yang kesulitan mendapatkan pengemudi ojek online. Saat itu, ia pulang kerja dari Stasiun Pondok Cina menuju rumahnya di Beji, Depok.

Ia sempat menyadari bahwa ramai berita soal ‘krisis ojol’, awalnya ia berpikir hanya di Jakarta saja yang sulit, tapi ternyata di Depok juga.

Saat itu, ujar Sarah, ia memesan ojek online sekitar pukul 22.30 WIB. Saat menunggu pengemudi, waktunya cukup lama, bahkan ia terkejut tarifnya tembus hingga Rp50 ribu, padahal dari Stasiun Pondok Cina ke rumahnya hanya berjarak 6 kilometer.

Jadi kan ada pilihan pesanan yang tarif hemat dan yang biasa. Perbandingannya beda banget, yang tarif hemat itu sekitar Rp20 ribuan, sedangkan yang tarif biasa lebih dari Rp50 ribu. Udahlah mahal, dapet drivernya juga susah banget,”

keluhnya.

Sulitnya mendapatkan pengemudi ojek online membuat banyak masyarakat yang bertanya-tanya penyebabnya. Salah satu pengemudi ojek online, Bima menyadari banyak customer yang mengeluhkan hal itu. Ia mengatakan alasannya karena kebanyakan pesanan di sore hari saat jalanan sedang macet.

Kalau jalanan macet banyak pengemudi yang nggak mau ambil mba. Apalagi di jam-jam sibuk jelang berbuka puasa, banyak pengemudi yang matiin aplikasi,”

kata Bima kepada owrite.

Di sisi lain, Bima mengaku bahwa selama Ramadan pendapatannya bisa tembus dua kali lipat. Namun ia tetap mengurangi mengambil orderan saat sore hari.

Alhamdulillah sehari bisa dapat Rp150 ribu kak. Tapi ya kalau sore saya jarang ambil orderan karena macet banget. Dan biasanya dapetnya tuh jauh banget,”

tuturnya.

Trafik Tinggi, Potongan Besar

Fenomena yang ramai disebut sebagai “krisis ojol” ini juga mendapat perhatian dari pihak asosiasi pengemudi ojek online. Mereka menilai kondisi yang terjadi belakangan ini bukan tanpa sebab, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor di lapangan, terutama selama bulan Ramadan.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono mengatakan ‘krisis ojol’ ini terjadi karena menjelang sore dan jelang berbuka puasa pesanan mengalami kenaikan trafik yang sangat tinggi.

Permintaan itu, tak hanya penumpang, tapi juga makanan dan juga antar barang. Kata Igun, lonjakan pesanan pada sore hari di peak hour hampir 100 persen, khususnya makanan

Pengemudi ojol jadi nggak mau mengambil orderan saat sore hari, terutama makanan karena terjadi antrian panjang di restoran,”

katanya.

Selain itu, hal yang sangat fundamental adalah besaran biaya potongan aplikasi yang diterapkan oleh perusahaan aplikasi itu sangat besar, hampir mencapai 50 persen.

Sedangkan pengemudi sendiri itu juga menjelang Hari Raya Idul Fitri membutuhkan pendapatan yang sangat besar.

Itu aturan dari aplikasi dua perusahaan besar. Potongan aplikasi juga tidak bisa diperkecil oleh perusahaan, malah diperbesar,”

katanya.

Igun menambahkan, penyebab lainnya adalah jarak antar jemput dan jarak mengambil pesanan yang jauh. Jadi terkadang titik penjemputan itu di atas 5 kilometer, belum lagi pengemudi harus berjibaku dengan kemacetan.

Jarak jemput dengan jarak antar itu terkadang lebih jauh jarak jemputnya dibandingkan jarak antarnya. Nah ini terjadi kerugian karena yang dinilai itu kan jarak antar bukan jarak jemput. Nah disini sudah terjadi kerugian si driver, sehingga driver itu melihat kalau titik jemputnya sangat jauh atau titik ordernya sangat jauh tidak akan diambil, sedangkan algoritma penjemputan itu terjadinya jauh lebih banyak yang titiknya jauh,”

tutur Igun. 

Sistem Member Memberatkan

Penyebab lainnya adalah karena adanya aturan member dari perusahaan aplikasi, di mana pengemudi yang ingin mendapatkan pesanan harus tergabung dengan member senilai Rp20 ribu per hari.

Kalau dihitung sebulan saja dia sudah kena pemotongan pendapatan Rp600 ribu. Nah ini yang membuat si driver akhirnya tidak mau mengambil sistem member. Kalau tidak mengambil sistem member itu tidak dikasih order, jadi driver yang tersedia juga tidak banyak karena hanya driver yang mau membayar saja yang dikasih order oleh perusahaan aplikasi,”

terangnya.

Menurut Igun, hal-hal tersebut yang akhirnya membuat para pengemudi melakukan protes diam atau yang disebut silent treatment kepada pihak perusahaan aplikasi dan berdampak pada masyarakat. 

Rupanya, keluhan ini sudah dirasakan oleh para pengemudi ojol sejak tahun 2022. Igun mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai pendekatan kepada perusahaan aplikasi dan juga pemerintah. Namun hingga kini belum ditanggapi baik dari perusahaan aplikasi maupun pemerintah. 

Igun mengatakan, pihaknya pun membuat Peraturan Presiden atau Perpres Ojol yang mengatur pembagian upah antara mitra driver dan perusahaan aplikasi. Di dalam Perpres Ojol itu, pihaknya menuntut pembagian hasil 90 persen untuk pengemudi ojek online dan 10 persen untuk perusahaan aplikator.

Karena dengan adanya Perpres bagi hasil 90-10 persen, disitu ada jaminan pendapatan 90 persen. Sedangkan saat ini makanya driver ojol tidak mau mengambil order, karena tidak ada jaminan pendapatan, jadi terserah algoritma perusahaan aplikasi saja, bisa memotong 25 persen, 30 persen, sampai 50 persen,”

tuturnya.

Igun melanjutkan, pihaknya akan terus mendesak pemerintah untuk menerbitkan Perpres Ojol tersebut. Tak hanya menerbitkan Perpes Ojol, tapi isi dari Perpres itu juga harus sesuai untuk bagi hasil 90-10 persen.

Kami yakin akan terjadi aksi gelombang protes kembali, aksi demonstrasi kembali dari para driver apabila Perpres tidak keluar bagi hasilnya 90-10 persen,”

ucapnya.

Igun mengatakan, saat ini Perpres Ojol itu masih dikaji oleh pemerintah. Ia pun memprediksi Pepres Ojol akan diterbitkan pada April 2026.

Tag:gojekGrabHeadlinemaximojek onlineOjolSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Jakarta Berpayung Awan Hari Ini: Jaksel Terpanas, Suhu Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi kota berawan dan cuaca panas.
1
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
2
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
3
Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Sudah Periksa 80 Lebih Saksi
By Rahmat Baihaqi
Direktur Penyidikan Jampidus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi (kanan) didampingi Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (ketiga kiri) menyampaikan keterangan pers terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
4
PSSI Deg-degan! Fortuna Sittard Belum Putuskan Nasib Justin Hubner untuk Piala AFF 2026
By Hadi Febriansyah
Bek Timnas Indonesia Justine Hubner.
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh
Nasional

950 Dapur MBG Diduga Tak Higienis dan Sanitasi Tak Layak

Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 950 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
Anggota DPR RI Abdullah
Nasional

Kasus Yurizal Viral, DPR Desak Kemenkes Benahi Sistem Komunikasi Pelayanan Pasien

Kasus pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan yang viral di media sosial…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
18 jam lalu
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
Nasional

Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak selalu habis disantap anak-anak di…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
21 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid
Nasional

Orang Ditangkap soal Konten Pidato Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Blunder

Amnesty International Indonesia mengecam penangkapan dua orang warga di Jawa Barat yang…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up