Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

221 Korban Bencana Sumatera Belum Teridentifikasi, Kapolri Ungkap Kendalanya

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan dengan International Trade Union Confederation (ITUC) di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (10/11/2025). Pada kunjungan tersebut Polri dengan International Trade Union Confederation (ITUC) membahas tentang upaya perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan para buruh di Indonesia guna mendukung terciptanya iklim ketenagakerjaan yang kondusif.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan dengan International Trade Union Confederation (ITUC) di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (10/11/2025). Pada kunjungan tersebut Polri dengan International Trade Union Confederation (ITUC) membahas tentang upaya perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan para buruh di Indonesia guna mendukung terciptanya iklim ketenagakerjaan yang kondusif. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan jumlah korban jiwa banjir dan longsor di tiga provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hampir menyentuh angka satu juta. Namun, ratusan diantaranya belum bisa teridentifikasi Polri melalui tim DVI.

Hal itu disampaikan Kapolri saat mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh, Minggu 7 Desember 2025.

Terkait dengan kaitannya penanganan jenazah, khususnya yang belum teridentifikasi, dari 903 yang saat ini kami tangani masih ada 221 yang belum teridentifikasi,”

kata Sigit dikutip Senin 8 Desember 2025.

Dalam penanganan bencana di Pulau Sumatera, Polri telah menerjunkan sebanyak 12.397 personel, salah satunya tim DVI. Menurut dia, tim DVI mengalami kendala khususnya untuk melakukan identifikasi korban bencana, mengingat korban jiwa telah mencapai 903 orang.

Iklan

Dengan demikian polisi membutuhkan waktu untuk bisa mengidentifikasi seluruh korban jiwa. Sehingga, Sigit mengusulkan agar bisa disediakan cold storage agar nantinya korban jiwa yang ditemukan masih bisa diidentifikasi.

Ini kadang kala membutuhkan tambahan terkait dengan tempat untuk menyimpan mayat. Kalau bisa ditambahkan, seperti kami menambahkan kemarin di Sumbar cold storage, sehingga kemudian sampai dengan teridentifikasi kondisi jenazah masih tetap terjaga,”

ujar Sigit.

Kapolri menambahkan, untuk penguatan pencarian korban, Polri telah mengerahkan masing-masing satu unit kapal untuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Lalu anjing pelacak berjumlah total 46 personel di seluruh daerah bencana.

Sementara itu, untuk bantuan kemanusiaan, korps bhayangkara telah mendistribusikan 213 ton beras ke berbagai posko penanganan bencana.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.