Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan penting terkait meningkatnya fenomena cuaca ekstrem yang dapat berlangsung hingga memasuki awal 2026. Sejumlah wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ketua Tim Kerja Produksi dan Diseminasi Informasi Cuaca BMKG, Dr. Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa periode November–Desember 2025 hingga awal 2026 sangat rentan terhadap pertumbuhan bibit siklon tropis di perairan selatan Indonesia, mulai dari selatan Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Ida menjelaskan bahwa kombinasi beberapa fenomena atmosfer seperti monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang Kelvin dan Rossby berpotensi memicu cuaca ekstrem dalam skala lebih luas.
Potensi bibit siklon ini, ditambah dinamika atmosfer aktif, dapat memicu hujan lebat hingga ekstrem, angin kencang, gelombang tinggi, serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa–Nusa Tenggara,”
Ida kepada owrite.id.
Wilayah yang menjadi fokus kewaspadaan meliputi Pesisir selatan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Bantaran sungai dan dataran rendah rawan banjir, daerah perbukitan dan lereng yang mudah longsor, Kawasan pemukiman padat dan infrastruktur perkotaan
Jalur pelayaran rawan gelombang tinggi
Ida menegaskan bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki tingkat risiko tertinggi akibat peningkatan curah hujan dan kemungkinan penguatan bibit siklon di Indonesia bagian selatan.
Sejalan dengan peringatan BMKG terbaru, wilayah pesisir terutama pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, kawasan bantaran sungai dan dataran rendah yang rawan banjir, serta daerah perbukitan/lereng yang rentan longsor,”
Ida.
Ini juga termasuk sektor pemukiman padat, infrastruktur kota dan aktivitas pelayaran, saat ini dinilai menjadi area dengan risiko tertinggi terhadap dampak cuaca ekstrem yang dipicu meningkatnya curah hujan, angin kencang, dan potensi penguatan bibit siklon di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan,”
Ida.
Pihak BMKG juga memberikan beberapa imbauan penting agar masyarakat tidak panik jika cuaca ekstrem ini terus berlanjut di Indonesia.
Ida mengatakan Masyarakat harus waspada terhadap cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
Selanjutnya, Ida juga mengatakan agar menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang.
Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru,”
Ida.


