Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Densus 88 Antiteror Polri: Remaja Jakarta Banyak Terpapar Paham Radikal
Nasional

Densus 88 Antiteror Polri: Remaja Jakarta Banyak Terpapar Paham Radikal

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
Last updated: Januari 7, 2026 5:17 pm
Rahmat
Ivan
Share
Polri mencatat ada 70 remaja terpapar paham radikalisme saat konferensi pers di Mabes Polri
Polri mencatat ada 70 remaja terpapar paham radikalisme saat konferensi pers di Mabes Polri (Foto: OWRITE/Rahmat Baihaqi)
SHARE

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan, sebanyak 70 remaja terindikasi paham radikalisme. Hal tersebut akibat konten kekerasan yang banyak berseliweran di media sosial.

Daftar isi Konten
  • Kasus Perundungan Jadi Penyebab Paham Radikal
  • Bentuk Senjata Replika hingga Bom
  • Ciri-Ciri Anak Terpapar Paham Radikalisme

Juru Bicara Densus 88 AT, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengatakan, remaja yang terpapar paham radikalisme tersebut, ikut tergabung dalam komunitas True Crime Community (TCC) dari berbagai provinsi. Dominan, remaja tersebut menjadi member di grup komunitas tersebut.

Di mana provinsi terbanyak yaitu DKI Jakarta ada 15 orang, kemudian Jawa Barat 12 orang, dan Jawa Timur 11 orang, sisanya dari berbagai daerah,”

kata Mayndra saat konferensi pers di Mabes Polri, Rabu, 7 Januari 2026.

Dari 70 remaja itu, Densus 88 sudah melakukan assemen serta konseling terhadap 67 orang untuk mendalami penyebab mereka terpapar paham ekstrimisme dengan menggandeng stakeholder terkait.

Kasus Perundungan Jadi Penyebab Paham Radikal

Lebih lanjut Mayndra mengungkapkan, remaja yang terkena paham ekstrimisme yakni, jenjang pendidikan SMP ke SMA, dengan usia 11 sampai 18 tahun. Begitu pula Remaja yang tergabung di grup True Crime Community, juga mereka yang menjadi korban bullying.

Dari mapping dan asesmen yang dilakukan bersama, bisa diidentifikasi bahwa ada penyebab yang memicu anak-anak bergabung dengan komunitas tersebut, salah satunya adalah terjadinya perundungan,”

jelasnya.

Rata-rata yang bersangkutan merupakan korban bullying di sekolah atau di lingkungan masyarakat,”

kata Eka.

Selain itu, ada juga penyebab lainnya yakni mereka yang memiliki latar belakang dari keluarga broken home, dimana kurangnya perhatian orang tua, hubungan keluarga yang tidak harmonis, maupun mereka yang menjadi korban kekerasan di rumah.

Masalah lainnya, anak dibiarkan berlebihan mengakses gawainya, sementara orang tua sibuk bekerja.

Mayndra juga menjelaskan, anak dengan kategori itu cenderung ingin mencari tempat yang bisa menampung dan menaunginya, sehingga komunitas True Crime Community dijadikan sebagai tempat bernaung.

Mereka merasa memiliki rumah kedua karena di dalam komunitas ini aspirasi mereka bisa didengarkan oleh rekan-rekannya, bisa terjadi interaksi, dialog, dan saling memberikan rekomendasi atau masukan untuk menyelesaikan solusinya masing-masing, tentunya dengan kekerasan-kekerasan tersebut,”

papar Jubir Densus 88.

Sementara itu, saat Densus 88 mentracing riwayat gawai para remaja tersebut, banyak ditemukan riwayat konten kekerasan ekstrem, video pornografi, serta beberapa perilaku menyimpang lainnya. Hal yang sama juga ditemukan buku-buku catatan, simbol yang mempresentasikan kekerasan mereka.

Kombes Mayndra juga menyebut, remaja yang sudah terlanjut terpapar paham radikal biasanya terinspirasi dari kasus-kasus paham ekstrimisme masif terjadi seperti di Eropa, Amerika, Australia, dan beberapa negara lainnya. Berbagai aksinya itu kemudian direkam dan diserbarkan di media sosial.

Meski demikian kata Mayndra, remaja di Indonesia tidak sepenuhnya menganut paham-paham seperti yang terjadi di luar negeri.

Sekali lagi untuk anak-anak kita, mereka tidak menganut paham ini secara penuh atau total. Mereka hanya menjadikan ini sebagai inspirasi, dan rumah kedua bagi mereka,”

katanya.

Bentuk Senjata Replika hingga Bom

Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan, komunitas radikal itu memakai simbol-simbol tertentu melambangkan pergerakan. Kemudian ada juga replika senjata api alias senjata mainan sambil menuliskan tokoh-tokoh yang menjadi panutan hingga atribut militer.

Ada replika senjata api dan busur dengan ciri khas mereka menulis pahamnya, tokoh-tokohnya, dan beberapa narasi yang menurut mereka ini memiliki arti dan simbol di dalam replika senjatanya. Juga pisau sebagai alat kekerasan,”

terangnya.

Kemudian atribut yang berbau militer yang memang kerap juga terkait dengan simbol-simbol yang telah disampaikan sebelumnya,”

lanjut Eka.

Paling parah, ada salah satu anak yang membuat konten cara pembuatan bahan peledak dengan material seadanya. Diduga anak tersebut terpapar paham Nazi.

Yang bersangkutan membuat tutorial bagaimana membuat bom dalam bahasa Inggris yang di-upload ya, yang akan di-upload untuk komunitas internasionalnya,”

ujar Eka.

Ciri-Ciri Anak Terpapar Paham Radikalisme

Polri kemudian memberikan ciri-ciri remaja yang terpapar paham radikalisme, salah satunya ditemukan simbol atau nama pelaku kekerasan yang diidolakannya.

Anak tersebut juga cenderung menarik diri dari pergaulan dan lebih suka menyendiri sambil terhanyut dalam gawainya. Ciri lainnya, suka meniru tokoh atau idola yang pernah melakukan kekerasan.

Kemudian menyukai konten kekerasan dan sadistik. Cenderung juga kalau kita melihat konten-konten yang diakses tidak normal. Jadi kalau orang normal melihat itu pasti tidak tega melihat kejadian-kejadian kekerasan yang sering di-upload di komunitas tersebut,”

jelasnya.
Tag:AntiterorDensus 88Konten KekerasanPahan RadikalPolriremajaTerpapar
Share This Article
Email Salin Tautan Print
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Sejumlah kendaraan pemudik melaju saat penerapan sistem satu arah di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah.
Nasional

Polri Siapkan Skema One Way Lokal saat Arus Balik 23 Maret 2026, Catat Titiknya  

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal memberlakukan skema one way lokal saat…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat
Dusep
16 jam lalu
gambar Ilustrasi
Nasional

Jejak Oknum Aparat Dari Kritik ke Teror Hingga Catatan Kasus Kriminal, Negara Gagal Lindungi Warganya?

Kamis, 12 Maret 2026, menjadi catatan kelam bagi kebebasan sipil. Ruang berekspresi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
2 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memberikan pembaruan kondisi Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus setelah disiram air keras, di kantor YLBHI
Nasional

Tolak Peradilan Militer Kasus Andrie Yunus, PSHK Gaungkan Prinsip Yurisdiksi Fungsional

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menolak penanganan kasus percobaan pembunuhan…

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
By
Adi Briantika
Ivan
3 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam kasus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026.
Nasional

Investigasi TAUD Kasus Andrie Yunus: Bukan Empat, Tapi Belasan Terduga Pelaku dalam Operasi Besar

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) telah melakukan investigasi independen kasus serangan air…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up