Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Densus 88 Antiteror Polri: Remaja Jakarta Banyak Terpapar Paham Radikal
Nasional

Densus 88 Antiteror Polri: Remaja Jakarta Banyak Terpapar Paham Radikal

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
Last updated: Januari 7, 2026 5:17 pm
By
Rahmat Baihaqi
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun...
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
7 bulan lalu
Share
Polri mencatat ada 70 remaja terpapar paham radikalisme saat konferensi pers di Mabes Polri
Polri mencatat ada 70 remaja terpapar paham radikalisme saat konferensi pers di Mabes Polri (Foto: OWRITE/Rahmat Baihaqi)
SHARE

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan, sebanyak 70 remaja terindikasi paham radikalisme. Hal tersebut akibat konten kekerasan yang banyak berseliweran di media sosial.

Daftar isi Konten
  • Kasus Perundungan Jadi Penyebab Paham Radikal
  • Bentuk Senjata Replika hingga Bom
  • Ciri-Ciri Anak Terpapar Paham Radikalisme

Juru Bicara Densus 88 AT, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengatakan, remaja yang terpapar paham radikalisme tersebut, ikut tergabung dalam komunitas True Crime Community (TCC) dari berbagai provinsi. Dominan, remaja tersebut menjadi member di grup komunitas tersebut.

Di mana provinsi terbanyak yaitu DKI Jakarta ada 15 orang, kemudian Jawa Barat 12 orang, dan Jawa Timur 11 orang, sisanya dari berbagai daerah,”

kata Mayndra saat konferensi pers di Mabes Polri, Rabu, 7 Januari 2026.

Dari 70 remaja itu, Densus 88 sudah melakukan assemen serta konseling terhadap 67 orang untuk mendalami penyebab mereka terpapar paham ekstrimisme dengan menggandeng stakeholder terkait.

Kasus Perundungan Jadi Penyebab Paham Radikal

Lebih lanjut Mayndra mengungkapkan, remaja yang terkena paham ekstrimisme yakni, jenjang pendidikan SMP ke SMA, dengan usia 11 sampai 18 tahun. Begitu pula Remaja yang tergabung di grup True Crime Community, juga mereka yang menjadi korban bullying.

Dari mapping dan asesmen yang dilakukan bersama, bisa diidentifikasi bahwa ada penyebab yang memicu anak-anak bergabung dengan komunitas tersebut, salah satunya adalah terjadinya perundungan,”

jelasnya.

Rata-rata yang bersangkutan merupakan korban bullying di sekolah atau di lingkungan masyarakat,”

kata Eka.

Selain itu, ada juga penyebab lainnya yakni mereka yang memiliki latar belakang dari keluarga broken home, dimana kurangnya perhatian orang tua, hubungan keluarga yang tidak harmonis, maupun mereka yang menjadi korban kekerasan di rumah.

Masalah lainnya, anak dibiarkan berlebihan mengakses gawainya, sementara orang tua sibuk bekerja.

Mayndra juga menjelaskan, anak dengan kategori itu cenderung ingin mencari tempat yang bisa menampung dan menaunginya, sehingga komunitas True Crime Community dijadikan sebagai tempat bernaung.

Mereka merasa memiliki rumah kedua karena di dalam komunitas ini aspirasi mereka bisa didengarkan oleh rekan-rekannya, bisa terjadi interaksi, dialog, dan saling memberikan rekomendasi atau masukan untuk menyelesaikan solusinya masing-masing, tentunya dengan kekerasan-kekerasan tersebut,”

papar Jubir Densus 88.

Sementara itu, saat Densus 88 mentracing riwayat gawai para remaja tersebut, banyak ditemukan riwayat konten kekerasan ekstrem, video pornografi, serta beberapa perilaku menyimpang lainnya. Hal yang sama juga ditemukan buku-buku catatan, simbol yang mempresentasikan kekerasan mereka.

Kombes Mayndra juga menyebut, remaja yang sudah terlanjut terpapar paham radikal biasanya terinspirasi dari kasus-kasus paham ekstrimisme masif terjadi seperti di Eropa, Amerika, Australia, dan beberapa negara lainnya. Berbagai aksinya itu kemudian direkam dan diserbarkan di media sosial.

Meski demikian kata Mayndra, remaja di Indonesia tidak sepenuhnya menganut paham-paham seperti yang terjadi di luar negeri.

Sekali lagi untuk anak-anak kita, mereka tidak menganut paham ini secara penuh atau total. Mereka hanya menjadikan ini sebagai inspirasi, dan rumah kedua bagi mereka,”

katanya.

Bentuk Senjata Replika hingga Bom

Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan, komunitas radikal itu memakai simbol-simbol tertentu melambangkan pergerakan. Kemudian ada juga replika senjata api alias senjata mainan sambil menuliskan tokoh-tokoh yang menjadi panutan hingga atribut militer.

Ada replika senjata api dan busur dengan ciri khas mereka menulis pahamnya, tokoh-tokohnya, dan beberapa narasi yang menurut mereka ini memiliki arti dan simbol di dalam replika senjatanya. Juga pisau sebagai alat kekerasan,”

terangnya.

Kemudian atribut yang berbau militer yang memang kerap juga terkait dengan simbol-simbol yang telah disampaikan sebelumnya,”

lanjut Eka.

Paling parah, ada salah satu anak yang membuat konten cara pembuatan bahan peledak dengan material seadanya. Diduga anak tersebut terpapar paham Nazi.

Yang bersangkutan membuat tutorial bagaimana membuat bom dalam bahasa Inggris yang di-upload ya, yang akan di-upload untuk komunitas internasionalnya,”

ujar Eka.

Ciri-Ciri Anak Terpapar Paham Radikalisme

Polri kemudian memberikan ciri-ciri remaja yang terpapar paham radikalisme, salah satunya ditemukan simbol atau nama pelaku kekerasan yang diidolakannya.

Anak tersebut juga cenderung menarik diri dari pergaulan dan lebih suka menyendiri sambil terhanyut dalam gawainya. Ciri lainnya, suka meniru tokoh atau idola yang pernah melakukan kekerasan.

Kemudian menyukai konten kekerasan dan sadistik. Cenderung juga kalau kita melihat konten-konten yang diakses tidak normal. Jadi kalau orang normal melihat itu pasti tidak tega melihat kejadian-kejadian kekerasan yang sering di-upload di komunitas tersebut,”

jelasnya.
Tag:AntiterorDensus 88Konten KekerasanPahan RadikalPolriremajaTerpapar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Follow:
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun 2022.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
Bukan Wasit Elite AFC, Ini Fakta Mohammed Khalfan Salim Pimpin Laga Indonesia vs Singapura
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4
Praperadilan Febrie Dimulai 18 Agustus, Pengacara Klaim Kantongi Sembilan Kejanggalan
By Rika Pangesti
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ditahan usai diperiksa sebagai tersangka.
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh
Nasional

950 Dapur MBG Diduga Tak Higienis dan Sanitasi Tak Layak

Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 950 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Anggota DPR RI Abdullah
Nasional

Kasus Yurizal Viral, DPR Desak Kemenkes Benahi Sistem Komunikasi Pelayanan Pasien

Kasus pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan yang viral di media sosial…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
7 jam lalu
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
Nasional

Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak selalu habis disantap anak-anak di…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid
Nasional

Orang Ditangkap soal Konten Pidato Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Blunder

Amnesty International Indonesia mengecam penangkapan dua orang warga di Jawa Barat yang…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up