Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / SBY Cemas Perang Dunia Ketiga, Bandingkan Situasi Global dengan 1914 dan 1939
Nasional

SBY Cemas Perang Dunia Ketiga, Bandingkan Situasi Global dengan 1914 dan 1939

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Januari 19, 2026 6:55 pm
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
7 bulan lalu
Share
Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: presidenyudhoyonoalbum)
SHARE

Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi global yang menurutnya tengah bergerak menuju prahara besar.

Daftar isi Konten
  • SBY: Ancaman Perang Dunia Ketiga Itu Nyata
  • Kemiripan Situasi Global dengan Dua Perang Dunia
  • Dampak Mengerikan Jika Perang Dunia Terjadi
  • SBY Dorong PBB Gelar Sidang Darurat

SBY menyebut potensi terjadinya perang dunia sebagai ancaman nyata yang patut diwaspadai umat manusia.

Melalui unggahan di media sosial X, SBY mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir ia mencermati perkembangan dunia, terutama dinamika global yang semakin intens dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan latar belakang panjang di bidang geopolitik, perdamaian, dan keamanan internasional, SBY mengaku sulit menepis rasa cemas terhadap situasi saat ini.

SBY: Ancaman Perang Dunia Ketiga Itu Nyata

Dalam pernyataannya, SBY secara terbuka menyebut kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga. Ia mengakui ancaman tersebut bukan sekadar spekulasi, meskipun masih ada peluang untuk mencegahnya.

Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga,”

ujarnya, Senin, 19 Januari 2026.

SBY menegaskan bahwa meskipun perang dunia masih bisa dicegah, waktu dan ruang untuk melakukan pencegahan itu semakin terbatas.

Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit,”

katanya.

Kemiripan Situasi Global dengan Dua Perang Dunia

SBY kemudian membandingkan kondisi dunia saat ini dengan situasi menjelang Perang Dunia Pertama (1914–1918) dan Perang Dunia Kedua (1939–1945). Ia melihat adanya pola sejarah yang kembali berulang.

Di antaranya adalah kemunculan pemimpin-pemimpin kuat dengan ambisi konflik, terbentuknya blok-blok negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer secara masif, serta eskalasi ketegangan geopolitik yang semakin panas.

Ia juga menyoroti kegagalan dunia di masa lalu dalam merespons tanda-tanda awal perang besar.

Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. “Mengapa? Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya,”

tutur politikus senior Partai Demokrat itu.

Dampak Mengerikan Jika Perang Dunia Terjadi

Secara personal, SBY mengaku terus berdoa agar skenario terburuk itu tidak menjadi kenyataan. Ia mengingatkan dampak mengerikan jika perang dunia, terlebih perang nuklir, benar-benar terjadi.

Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia.”

ujarnya.

Namun, menurutnya doa saja tidak cukup tanpa upaya nyata dari umat manusia.

Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 miliar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya,”

ungkapnya.

SBY menegaskan bahwa meskipun ruang pencegahan semakin sempit, harapan untuk menyelamatkan dunia masih ada. Ia mengajak semua pihak untuk bersuara dan bertindak.

Mari kita berbicara dan berupaya. Ingat kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau juga, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang,”

paparnya.

SBY Dorong PBB Gelar Sidang Darurat

Sebagai langkah konkret, SBY mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif dengan menggelar Sidang Umum Darurat PBB (Emergency UN General Assembly). Forum ini diharapkan membahas langkah nyata mencegah krisis global berskala besar, termasuk potensi perang dunia.

Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing,”

ungkapnya.

Ia menyadari bahwa seruan tersebut mungkin saja diabaikan, namun tetap menilai upaya itu penting sebagai titik awal kesadaran kolektif dunia.

Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way,”

tutup cuitan SBY.

Tag:ancamanPerang Dunia KetigaSBYSemakin PanasSituasi Global
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
Kabinet Bayangan Bukan Ancaman, Justru Koreksi bagi Pemerintah dan DPR
By Rahmat Tunny
Ilustrasi Kabinet Bayangan.
3
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
4
Bintang Jatuh di Denpasar: Klub Five Stars Digerebek Bareskrim, 53 Orang Ditangkap
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi penggerebekan klub malam oleh polisi.
5

BERITA LAINNYA

Anggota DPR RI Abdullah
Nasional

Kasus Yurizal Viral, DPR Desak Kemenkes Benahi Sistem Komunikasi Pelayanan Pasien

Kasus pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan yang viral di media sosial…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
4 menit lalu
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
Nasional

Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak selalu habis disantap anak-anak di…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh
Nasional

950 Dapur MBG Diduga Tak Higienis dan Sanitasi Tak Layak

Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 950 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
3 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid
Nasional

Orang Ditangkap soal Konten Pidato Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Blunder

Amnesty International Indonesia mengecam penangkapan dua orang warga di Jawa Barat yang…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up