Ketua Perempuan Mahardika, Mutiara Ika Pratiwi menyebut pemerintah masih belum maksimal dalam mengimplementasikan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPSK).
Banyak sekali kesulitannya karena ini sudah tihun tahun ya, tahun 2026 masuk ke tahun keempat pasca Undang-Undang TPSK disahkan dan implementasinya masih jauh sekali dari yang diharapkan,”
ujar Ika kepada owrite baru-baru ini.
Ika menjelaskan yang pertama adalah tentang pencegahan. Ia melihat sosialisasi kepada masyarakat terkait kekerasan seksual di tempat kerja belum maksimal.
Sosialisasi ini penting kalau kita tidak tahu apakah itu kekerasan seksual maka kita akan semakin sulit untuk mencegah dan menanganinya,”
katanya.
Ia mengatakan Perempuan Mahardika mengalami hambatan yang besar dalam proses sosialisasi mengenai kekerasan seksual.






