Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendorong pemerintah untuk mempercepat langkah-langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi nasional.
Upaya ini dinilai krusial sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan ekonomi global apabila konflik berskala dunia benar-benar terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Daniel sebagai respons atas kekhawatiran Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyoroti dinamika geopolitik dunia dan meningkatnya risiko meletusnya Perang Dunia III.
Menurut Daniel, kekhawatiran itu bukan tanpa alasan, mengingat kondisi global yang saat ini semakin tidak stabil.
Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Daniel menilai pemerintah perlu menyiapkan berbagai skenario menghadapi kemungkinan terburuk.
Ia berharap kesiapan nasional tidak hanya terfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh sektor pertahanan dan keamanan negara.
Selain mengambil langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi situasi terburuk dengan mempersiapkan kemandirian cadangan pangan, energi, dan keuangan untuk menghadapi kemungkinan gangguan ekonomi akibat perang, termasuk peningkatan kemampuan pasukan dan pengembangan teknologi pertahanan. Seperti sistem pertahanan udara dan siber,”
ungkap Daniel Johan.
Dibekali Pemahaman Situasi Darurat
Lebih jauh, Daniel Johan menekankan bahwa kesiapsiagaan nasional juga harus melibatkan masyarakat.
Menurutnya, rakyat perlu dibekali pemahaman mengenai kondisi darurat serta pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan nasional di tengah ancaman global.
Ia menambahkan, pemerintah harus memberi perhatian serius terhadap perlindungan sumber daya strategis nasional serta infrastruktur vital yang menjadi penopang kehidupan masyarakat dan ekonomi negara.
Pemerintah juga perlu memastikan keamanan atas sumber daya alam dan infrastruktur penting dan memperkuat kerja sama regional dan internasional untuk menghadapi ancaman ini,”
jelas Daniel Johan.
Selain kesiapan domestik, Daniel Johan menilai diplomasi internasional tetap menjadi instrumen utama dalam mencegah konflik berskala besar. Indonesia, dengan posisi strategisnya, diharapkan aktif memperkuat hubungan dan kerja sama dengan berbagai negara.
ujar Daniel Johan.
Indonesia Harus Aktif di Forum Internasional
Menurut Daniel, peran aktif Indonesia di forum internasional seperti ASEAN dan PBB menjadi penting untuk menjaga stabilitas kawasan dan global, tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Indonesia sebagai negara dengan posisi strategis perlu aktif memperkuat diplomasi dan kerja sama dengan negara-negara lain, terutama melalui ASEAN dan PBB, untuk menjaga stabilitas regional dan global agar perdamaian tetap terjaga sesuai amanat konstitusi dengan tetap berpedoman pada prinsip nonblok,”
paparnya.
Politisi Fraksi PKB tersebut menyatakan dapat memahami kecemasan yang disampaikan SBY terkait potensi Perang Dunia III.
Menurut Daniel, rasa khawatir tersebut juga dirasakan oleh banyak warga Indonesia yang mengikuti perkembangan geopolitik global saat ini.
Ia menegaskan bahwa kewaspadaan bukan berarti pesimisme, melainkan bentuk kesiapan bangsa dalam menghadapi berbagai kemungkinan demi menjaga kedaulatan dan kesejahteraan nasional.


