Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Panen Raya OTT Daerah, Paceklik di Pusat: Menanti Sabit KPK Cabut Gulma Elite
Nasional

(Part I) Panen Raya OTT Daerah, Paceklik di Pusat: Menanti Sabit KPK Cabut Gulma Elite

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: Januari 22, 2026 3:41 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Petugas KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati dan Wali Kota Madiun kepada media di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta
Petugas KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati dan Wali Kota Madiun kepada media di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa)
SHARE

Senin, 19 Januari 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Upaya ini kembali menunjukkan agresivitas lembaga antirasuah: dalam kurun waktu satu hari, KPK melancarkan operasi maraton yang menjaring dua kepala daerah sekaligus.

Maidi diduga memeras pengembang properti dan kontraktor dengan modus meminta fee proyek serta dana Corporate Social Responsibility yang disamarkan.

Modusnya, meminta jatah hingga 6 persen dari nilai proyek infrastruktur, salah satunya proyek pemeliharaan jalan senilai Rp5,1 miliar.

Kontraktor yang tidak sanggup membayar “upeti” dipersulit izinnya atau tidak dimenangkan tendernya.

KPK menyita bukti awal sekitar Rp550 juta – Rp600 juta, namun total penerimaan gratifikasi sejak 2025 diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Sementara, Sudewo diduga melakukan jual-beli jabatan, dengan mematok tarif untuk pengisian jabatan perangkat desa (Sekdes, Kaur, dan Kasi). KPK menyita uang tunai Rp2,6 miliar yang sebagian ditemukan tersimpan dalam karung di lokasi penangkapan.

Mantan Penyidik KPK Yudi Purnomo berpendapat, fenomena “panen” OTT kepala daerah sebagai indikator positif pulihnya kepercayaan publik. Keberhasilan OTT tidak bisa dilepaskan dari peran aktif masyarakat yang berani melapor.

OTT itu bertumpu kepada laporan masyarakat. Artinya ini tentu merupakan hal positif, masyarakat sudah (kembali) percaya KPK,”

kata Yudi kepada owrite.

Keberanian warga melaporkan pemimpin daerahnya adalah modal sosial yang mahal. Ia berharap momentum ini tidak terputus hanya di Madiun dan Pati.

Menanggapi kritik bahwa KPK terkesan pasif menunggu bola untuk kasus level tinggi, Yudi menyatakan penegakan hukum membutuhkan basis bukti permulaan yang kuat, bukan sekadar asumsi atau desas-desus semata.

Bergerak harus ada dasar, tak bisa random (asal) begitu. Tentu (publik) berharap ke depan KPK bisa pulih (kembali) menangani kasus-kasus besar,”

kata Yudi.

Bila ada isu atau kasus yang menarik perhatian masyarakat, tentu KPK bisa proaktif bergerak.

Namun, sebaliknya, lembaga itu tidak bisa sembarangan “mengincar” target; intel haram proaktif jika tidak ada indikasi perkara. Sebab semua harus sesuai koridor penegakan hukum.

Yudi secara tegas mewanti-wanti KPK agar tidak terlena dengan statistik penangkapan kepala daerah.

Ia mengingatkan bahwa “DNA” KPK dibentuk bukan sekadar untuk menangkap pejabat daerah, melainkan untuk membongkar korupsi sistemik di jantung kekuasaan negara.

Prestasi ini diapresiasi, tapi jangan berpuas diri. Sebab level KPK adalah kasus kasus besar seperti pada masa lalu: level Menteri, (anggota) DPR, dan kepala lembaga,”

ucap Yudi.

Bersih-bersih Pendopo

Berikut data statistik ‘Penindakan’ KPK, periode 2004-2025:

a. Wali kota/bupati dan wakil: 171 orang;
b. Gubernur: 30 orang;
c. Menteri/kepala lembaga: 41 orang;
d. DPRD: 277 orang;
e. DPR: 87 orang;
f. Eselon I-IV: 443 orang.

Selama dua dekade, KPK telah menindak 201 kepala daerah (171 Bupati/Wali Kota dan 30 Gubernur). Angka ini bak bumi dan langit jika disandingkan dengan penindakan terhadap menteri/kepala lembaga yang hanya menyentuh 41 orang.

Secara statistik, rasionya adalah 1:5. Artinya, untuk setiap satu menteri yang ditangkap, KPK mencokok lima kepala daerah.

Radar KPK terbukti sangat sensitif mendeteksi suap di pendopo kabupaten, namun belum optimal menembus gerbang kementerian.

Anomali serupa terjadi di cabang legislatif. Kursi DPRD terbukti jauh lebih “panas” dengan 277 legislator daerah yang dicokok.

Sebaliknya, anggota DPR hanya 87 orang yang tersentuh hukum. Dengan rasio 1:3, data ini mengirimkan pesan ironis: menjadi wakil rakyat di daerah memiliki risiko ditangkap KPK tiga kali lipat lebih besar ketimbang menjadi wakil rakyat di pusat.

Angka tertinggi dalam statistik KPK dipegang oleh kategori Eselon I–IV dengan 443 orang. Sekilas, ini terlihat impresif.

Namun, angka gemuk ini mencampuradukkan pejabat pengambil kebijakan (Eselon I/Dirjen) dengan pelaksana teknis (Eselon III/IV).

Dalam praktiknya, angka 443 ini didominasi oleh kepala dinas atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di daerah yang turut terseret saat kepala daerahnya jadi target OTT.

Tag:bupatiDPRGubernurKPKMenterioperasi tangkap tanganOTTSpillwalikota
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Sejumlah kendaraan pemudik melaju saat penerapan sistem satu arah di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah.
Nasional

Polri Siapkan Skema One Way Lokal saat Arus Balik 23 Maret 2026, Catat Titiknya  

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal memberlakukan skema one way lokal saat…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat
Dusep
12 jam lalu
gambar Ilustrasi
Nasional

Jejak Oknum Aparat Dari Kritik ke Teror Hingga Catatan Kasus Kriminal, Negara Gagal Lindungi Warganya?

Kamis, 12 Maret 2026, menjadi catatan kelam bagi kebebasan sipil. Ruang berekspresi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
2 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memberikan pembaruan kondisi Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus setelah disiram air keras, di kantor YLBHI
Nasional

Tolak Peradilan Militer Kasus Andrie Yunus, PSHK Gaungkan Prinsip Yurisdiksi Fungsional

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menolak penanganan kasus percobaan pembunuhan…

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
By
Adi Briantika
Ivan
2 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam kasus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026.
Nasional

Investigasi TAUD Kasus Andrie Yunus: Bukan Empat, Tapi Belasan Terduga Pelaku dalam Operasi Besar

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) telah melakukan investigasi independen kasus serangan air…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up