Presiden Prabowo Subianto membawa oleh-oleh usai menyelesaikan lawatan ke tiga negara Eropa yakni Inggris, Swiss, Prancis.
Hal ini diantaranya berupa investasi di bidang maritim, pembangunan 1.582 kapal ikan, hingga RI bergabung dalam Board of Peace (BOP).
Prabowo sendiri sudah tiba di Indonesia pada Sabtu sore, 24 Januari 2026 menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia. Kunjungan kerja ini dilakukannya selama lima hari.
Menutup lawatan 5 hari di luar negeri, Presiden membawa pulang oleh-oleh,”
tulis Instagram @sekretariat.kabinet dikutip Minggu, 25 Januari 2026.
Adapun sejumlah oleh-oleh yang dibawa pulang oleh Prabowo berupa investasi bidang maritim sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun dengan Inggris.
Kemudian pembangunan 1.582 kapal ikan yang akan diproduksi di tanah air dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 600.000 orang, serta kerja sama pendidikan dengan 24 universitas terbaik di Inggris Raya, khususnya di bidang kedokteran dan STEM.
Bergabung dalam Board of Peace (BOP), sebagai langkah konkret Indonesia dalam perdamaian di Gaza yang saat ini sudah signifikan dalam pemulihan konflik,”
jelasnya.
Lalu peningkatan kerja sama nyata dengan Pemerintah Perancis di berbagai sektor strategis. Dalam lawatannya ke Swiss, Prabowo juga menyampaikan konsep konsep ekonomi “Prabowonomics” dalam World Economic Forum (WEF).
Menyampaikan konsep ekonomi Prabowonomics dalam World Economic Forum yang dihadiri 65 Kepala Negara dan 1.000 CEO perusahaan besar dunia,”
terangnya.
Sebagaimana diketahui dalam pidato Prabowo dalam forum ekonomi dunia itu, ia mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak pernah gagal membayar utang.
Indonesia dalam sejarahnya tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak pernah sekalipun,”
ujar Prabowo dalam Youtube Sekretariat Presiden Jumat, 23 Januari 2026.
Prabowo mengatakan, utang negara akan selalu dibayar oleh setiap rezim yang berkuasa. Artinya, utang pemerintah sebelumnya akan dibayar oleh presiden saat ini.
Rezim yang menggantikan selalu membayar utang rezim sebelumnya. Presiden yang berhasil akan selalu membayar utang rezim sebelumnya,”


