Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai narasi yang menyebut Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) seharusnya berada di bawah kementerian tertentu merupakan upaya yang sengaja dibangun untuk melemahkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, narasi tersebut dihembuskan oleh pihak-pihak yang pernah berseberangan dengan Prabowo.
Bisa jadi narasi Polri di bawah kementerian merupakan narasi yang sengaja dibuat untuk melemahkan Presiden Prabowo dan juga negara Indonesia,”
kata Habiburokhman dalam keterangannya, dikutip Selasa, 3 Februari 2026.
Habiburokhman menjelaskan, apabila Polri tidak berada langsung di bawah kendali Presiden, maka kekuatan presiden sebagai kepala pemerintahan akan berkurang. Selain itu, rantai komando kepolisian dinilai akan menjadi lebih panjang dan tidak efektif.
Kalau Polri tidak dikendalikan langsung oleh Presiden, maka kekuasaan Presiden menjadi berkurang signifikan dan rantai komando menjadi jauh lebih panjang. Akan lebih sulit bagi Presiden Prabowo menyampaikan arah kebijakan kepolisian,”
ujarnya.
Ia menilai narasi tersebut tidak lahir dari pihak yang tulus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, melainkan dari kelompok yang memiliki kepentingan politik tertentu.






