Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan ada tren baru dari kasus korupsi berupa suap. Salah satunya yakni dengan menggunakan emas. Barang berukuran relatif kecil, namun memiliki nilai tinggi.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Eksekusi dan Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan pelaku korupsi kini mulai memanfaatkan harga emas yang kian melambung tinggi.
Kemudian tren yang disampaikan memang benar. Apalagi sekarang tren harga emas yang dalam beberapa bulan terakhir ini terus meninggi, menanjak gitu ya,”
ungkap Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu Jumat, 6 Februari 2026.
Bukan cuma emas saja, barang lain yang biasa dipakai untuk melakukan suap adalah mata uang asing. Selain ukurannya yang relatif kecil, namun uang juga mudah untuk dibawa-bawa.







