Presiden Prabowo Subianto menyebut, pemerintahan yang dipimpinnya telah berhasil menjamin kebutuhan pupuk para petani.
Menurutnya, saat ini pupuk sudah sampai langsung ke petani dengan harga yang murah, adil, dan cukup.
Prabowo mulanya mengatakan, bahwa ia bertekad, menghilangkan kemiskinan dari Tanah Air. Menurutnya, pemerintah harus lebih berani dan pandai mengelola kekayaan sendiri, sehingga rakyat bisa hidup dengan sejahtera.
Saya sudah buktikan, pemerintah sudah buktikan, begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani dengan adil dan dengan cukup, dan dengan harga yang kita turunkan,”
ujar Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) Minggu, 8 Februari 2026.
Adapun pemerintah sudah menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen per 22 Oktober 2025.
Seluruh jenis pupuk diturunkan harganya oleh pemerintah, diantaranya pupuk urea dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram.
Kemudian NPK kakao dari Rp3.300 per kilogram menjadi Rp2.640 per kilogram, ZA khusus tebu dari Rp1.700 per kilogram menjadi Rp1.360 per kilogram, serta pupuk organik dari Rp800 per kilogram menjadi Rp640 per kilogram.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyinggung terkait cadangan beras pemerintah yang mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sehingga kata Prabowo, Indonesia sudah mencapai swasembada beras per 31 Desember 2025 lalu.
Alhamdulillah dalam sejarah republik kita cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Sejak 31 Desember 2025 Indonesia sekarang swasembada beras,”
jelasnya.
Prabowo menuturkan, dengan capaian itu ia meyakini Indonesia akan mampu mencapai kemandirian pangan dalam tiga tahun mendatang. Menurutnya, sebentar lagi Indonesia juga akan swasembada jagung.
Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung, dan insya Allah dalam 3 tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya. Kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia,”
kata Prabowo.



