Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, mengimbau kepada masyarakat muslim agar tidak menjadikan perbedaan penetapan 1 Ramadan menjadi hal yang negatif.
Terlebih usai Pemerintah menetapkan awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026, sementara Muhammadiyah pada Rabu, 18 Februari 2026.
Jadi perbedaan itu dijadikan sebagai suatu konfigurasi yang sangat indah. Indonesia sudah berpengalaman berbeda tapi tetap utuh dalam sebuah persatuan yang sangat indah,”
kata Nasaruddin saat konferensi pers penetapan awal Ramadan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026.
Nasaruddin bilang, dalam penetapan awal bulan Qomariyah pemerintah menggunakan ketentuan visibilitas hilal MABIMS yakni Menteri Agama dari negara Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.






