Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Parameter Kemiskinan Dinilai Tak Masuk Akal, BPS Akrobat Data Demi Menyenangkan Presiden?
Nasional

Parameter Kemiskinan Dinilai Tak Masuk Akal, BPS Akrobat Data Demi Menyenangkan Presiden?

Nisa-OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Februari 17, 2026 10:20 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
6 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi tentang kemiskinan di Indonesia. (Gambar dibuat oleh AI)
Gambar ilustrasi tentang kemiskinan di Indonesia. (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Badan Pusat Statistik (BPS) membagi kategori masyarakat ke dalam sepuluh kelompok. Pengelompokan ini merupakan cerminan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pembagian desil masyarakat dari 1-10 merupakan praktik umum yang dilakukan oleh suatu negara.

Itu kan tingkat apa yang mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia dibagi menjadi 10 kelompok. Itu praktik umum yang dilakukan,”

ujar Amalia kepada owrite dikutip Selasa, 17 Februari 2026.

Amalia mengatakan, untuk desil 1 merupakan 10 persen kelompok penduduk, dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah. Adapun untuk 10 persen dengan kesejahteraan tertinggi, merupakan desil 10.

Jadi kita bisa melihat kalau desil 1 itu artinya 10 persen kelompok penduduk dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah,”

tuturnya.

Amalia mengatakan, untuk penghitungan desil dilakukan dengan banyak parameter. Beberapa diantaranya kepemilikan aset, rumah, hingga konsumsi listrik.

Banyak parameternya yang kita gunakan. Banyak banget, itu yang mencerminkan berbagai aspek termasuk antara lain kepemilikan aset, terus ada rumah, konsumsi listrik dan sebagainya,”

katanya.

Amalia menjelaskan, pembagian desil 1-10 secara aturan untuk melihat berapa persen penduduk. Ia membantah, pembagian desil ini merupakan distribusi tingkat kesejahteraan penduduk di suatu negara.

Untuk melihat berapa persen penduduk, bukan untuk melihat bagaimana distribusi tingkat kesejahteraan penduduk di suatu negara,”

ujarnya.

Adapun BPS sendiri memaparkan, pada September 2025, secara rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,76 anggota rumah tangga.

BPS menetapkan, garis kemiskinan nasional sebesar Rp641.443 per orang atau setara Rp3.053.269 per rumah tangga miskin per bulan.

Per September 2025, jumlah penduduk miskin di RI sebanyak 23,36 juta orang atau turun 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Pada Maret 2025 penduduk miskin sebanyak 23,85 juta orang. Untuk garis kemiskinan September sendiri naik 5,30 persen dibandingkan Maret 2025.

Sementara itu, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menanggapi terkait adanya perubahan parameter garis kemiskinan. Huda mengatakan, adanya perubahan parameter pasti akan merubah angka kemiskinan.

Perubahan parameter pasti akan mengubah angka kemiskinan, meskipun bisa signifikan, bisa juga tidak. Tapi perubahan parameter ini seharusnya memang merujuk pada perubahan yang lebih baik dalam perhitungannya,”

katanya.

Di Indonesia, sambung Huda, perubahan perhitungan justru menimbulkan yang lebih buruk. Ia mencontohkan, terkait penghitungan rata-rata jumlah anggota keluarga oleh BPS.

Misalkan, perhitungan untuk rata-rata jumlah anggota keluarga saja menggunakan angka desimal yaitu 4,76 orang, Yang mana seharusnya tidak ada angka desimal untuk satuan orang, atau merujuk kepada median pendapatan masyarakat di angka Rp2,5 juta per bulan, garis kemiskinan kita terlalu jauh ke atas,”

terangnya.

Menurutnya, penghitungan itu mengartikan dibutuhkan minimal dua orang bekerja dalam satu keluarga untuk bisa dikatakan tidak miskin.

Makanya, perubahan parameter ini bagi saya merupakan akrobat data yang dilakukan oleh Winny, kepala BPS, hanya untuk menyenangkan Prabowo,”

katanya.
Tag:Berita PentingBPSEkonomiKemiskinan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Presiden RI Prabowo Subianto
Nasional

Hasil Survei PISA Rendah, Prabowo Sedih Kualitas Pendidikan RI Terbelakang

Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin terhadap capaian pendidikan Indonesia yang masih tertinggal…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
4 jam lalu
Seorang dokter membaewa stetoskop.
Nasional

Soal Viral Nakes Hujat Pasien BPJS, Anggota DPR Ini Desak Evaluasi Etika Nakes

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Haris menilai meninggalnya peserta BPJS Kesehatan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
5 jam lalu
BRIN Pamerkan Teknologi Nuklir ke Prabowo. (Sumber: BPMI)
Nasional

Prabowo Dapat Kabar PLTN dari BRIN, RI Ternyata Punya 89 Ribu Ton Uranium

Presiden Prabowo Subianto menerima paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari Badan Riset…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 jam lalu
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengikuti pelantikan dan penyerahan SK di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah
Nasional

DPR Desak Purbaya Segera Tambah Transfer ke Daerah, Gaji ASN Terancam Tersendat

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid mendesak pemerintah segera memutuskan tambahan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up