Menurutnya, setiap negara memiliki hak untuk mempertahankan wilayah dan kedaulatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga menilai Amerika Serikat dan Israel harus bertanggung jawab atas potensi dampak konflik yang bisa meluas menjadi perang regional.
Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengingatkan agar perhatian dunia terhadap konflik Iran tidak dimanfaatkan untuk memperluas agresi di wilayah lain, khususnya di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.
Jangan sampai perhatian dunia yang sedang tertuju terhadap konflik di Iran dimanfaatkan untuk meningkatkan agresi ke Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem,”
tegasnya.
Seruan untuk Komunitas Internasional
Sukamta turut menyerukan kepada komunitas internasional agar segera mengambil langkah nyata demi menghentikan agresi dan menjaga stabilitas kawasan.
Ia menilai pentingnya tindakan kolektif untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih besar di Timur Tengah.
Dunia internasional harus memastikan stabilitas kawasan dan mencegah eskalasi yang lebih luas,”
ujarnya.
Dalam pernyataannya, Sukamta juga menyatakan dukungan terhadap kesiapan Presiden Prabowo Subianto apabila diperlukan untuk berperan sebagai mediator antara Iran dan pihak Amerika Serikat–Israel.
Menurutnya, langkah tersebut selaras dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif serta amanat konstitusi untuk ikut menjaga perdamaian dunia.
Sebagai pihak yang memiliki akses komunikasi dengan berbagai pemimpin dunia, saya kira patut kita dukung upaya Presiden tersebut. Ini bagian dari realisasi amanat konstitusi untuk berperan aktif menjaga perdamaian dunia,”
tutup Politisi asal dapil DIY itu.