Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Board of Peace Diguncang Konflik Iran, RI Hitung Ulang dan Pertimbangkan Hengkang?

Indonesia memiliki ruang untuk menentukan sendiri apakah akan tetap bertahan atau meninggalkan Board of Peace.

Ketua MPR Ahmad Muzani berjalan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan
Ketua MPR Ahmad Muzani berjalan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/12/2025). Pertemuan tersebut membahas perkembangan penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar)

Posisi Indonesia di dalam Board of Peace (BoP) kembali menjadi sorotan setelah Amerika Serikat (AS) negara penggagas organisasi tersebut justru melancarkan serangan terhadap Iran. Pemerintah pun mulai membuka kemungkinan untuk mengevaluasi keanggotaan RI dalam organisasi tersebut yang dibentuk dengan misi perdamaian.

Menurut Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Indonesia memiliki ruang untuk menentukan sendiri apakah akan tetap bertahan atau meninggalkan Board of Peace.

Bagi Indonesia, masuk dan keluar Board of Peace adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh Presiden,”

kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis, 5 Maret 2026.

Meski demikian, Muzani menegaskan keputusan keluar tidak bisa diambil secara sepihak dan harus melalui kesepakatan bersama di tingkat nasional.

Iklan

Kita bisa kapan saja, bisa keluar tapi sekali lagi, itu harus atas kesepakatan bersama-sama,”

ujar Muzani.

Menurut Ketua MPR itu, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace sejak awal didorong oleh misi diplomasi kemanusiaan, khususnya untuk mempercepat proses kemerdekaan dan rekonstruksi Palestina.

Itu tujuan utama dibentuknya Board of Peace. Nah cuma kemudian ada persoalan Iran ini, saya kira itu yang juga beliau (Presiden) tadi malam menyampaikan pandangan itu lebih jelas lagi,”

jelas Muzani.

Evaluasi Posisi RI di BoP

Sinyal evaluasi juga disampaikan senada oleh mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto tengah menimbang ulang posisi Indonesia dalam BoP di tengah eskalasi konflik antara Amerika, Israel, dan Iran.

Hal tersebut diungkapkan Hassan usai menghadiri pertemuan Presiden dengan para mantan presiden dan wakil presiden di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa malam, 3 Maret 2026.

Menurut Hassan, evaluasi diperlukan karena situasi geopolitik yang terus berubah dapat memengaruhi relevansi misi perdamaian yang diemban Board of Peace.

Pemerintah, kata dia, juga akan mempertimbangkan berbagai faktor lain, termasuk komitmen pendanaan serta kontribusi pasukan Indonesia yang selama ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam misi tersebut.

Keputusan kan belum. Pasti beliau (Presiden) akan mengevaluasi dan mengambil keputusan yang tepat pada waktunya,”

ungkap Hassan.

Ia menambahkan, Presiden tidak menutup kemungkinan Indonesia keluar dari Board of Peace jika misi tersebut dianggap tidak lagi sejalan dengan tujuan awal atau peluang keberhasilannya semakin kecil.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.