Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Komnas HAM Desak Polri Perkuat Kebijakan Penanganan Konflik Agraria
Nasional

Komnas HAM Desak Polri Perkuat Kebijakan Penanganan Konflik Agraria

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Maret 10, 2026 12:23 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi (sumber: ilslawfirm.co.id)
SHARE

Komnas HAM menyampaikan hasil kajian terbaru perihal penanganan konflik agraria dan sumber daya alam yang dilakukan oleh Polri.

Peluncuran kajian ini bertujuan untuk menilai praktik penanganan konflik di lapangan, sekaligus mendorong penguatan kebijakan kepolisian agar lebih selaras dengan prinsip HAM.

Merujuk hasil kajian tersebut, Komnas HAM menemukan bahwa konflik agraria di Indonesia pada umumnya berakar dari persoalan struktural terkait kepemilikan, penguasaan, dan pemanfaatan tanah.

Pada dasarnya, sengketa-sengketa ini berada di dalam ranah keperdataan, administrasi pertanahan, atau kebijakan reforma agraria.

Namun, praktiknya di lapangan sering menunjukkan bahwa konflik agraria beririsan dengan proses penegakan hukum pidana.

Kondisi ini dinilai berpotensi memunculkan kriminalisasi terhadap masyarakat yang sedang berjuang mempertahankan ruang hidupnya.

Pendekatan penanganan yang cenderung berorientasi pada stabilitas keamanan berpotensi mengabaikan dimensi sosial, historis, dan kultural dari konflik agraria, termasuk penguasaan tanah secara turun-temurun, keberadaan masyarakat adat, serta ruang hidup masyarakat lokal,” 

kata Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Uli Parulian Sihombing, dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Maret 2026.

Pendekatan penanganan yang terlalu berorientasi pada stabilitas keamanan tersebut berpotensi mengabaikan dimensi krusial seperti aspek sosial, historis, dan kultural, yang di dalamnya termasuk masalah penguasaan tanah secara turun-temurun, eksistensi masyarakat adat, serta ruang hidup masyarakat lokal.

Kemudian, Berdasarkan data pengaduan yang diterima Komnas HAM, Polri tercatat sebagai institusi terbanyak diadukan terkait dugaan pelanggaran HAM.

Sejumlah aduan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepolisian dalam penanganan konflik agraria dan SDA, dalam bentuk tindakan pengamanan, penegakan hukum, maupun penggunaan instrumen pidana terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam sengketa. 

Komnas HAM menerima aduan dugaan pelanggaran HAM sebanyak 2.753 kasus pada 2023, 2.625 kasus pada 2024 dan 2.796 pada 2025. Dalam pengaduan itu, kepolisian merupakan pihak yang paling banyak diadukan yaitu sebanyak 771 kasus pada 2023, 663 pada 2024, dan 752 pada 2025.

Kami merekomendasikan agar Polri memperkuat kebijakan dan praktik penanganan konflik agraria dengan menegaskan pemisahan antara sengketa perdata, administrasi pertanahan, dan reforma agraria dengan perkara pidana,”

ucap Uli. 

Penanganan konflik agraria perlu mengedepankan pendekatan dialog dan mediasi serta mendukung penyelesaian melalui mekanisme reforma agraria.

Selain itu, penggunaan kekuatan oleh kepolisian wajib dilakukan secara bertahap, proporsional, dan sebagai upaya terakhir sesuai dengan prinsip-prinsip penggunaan kekuatan dalam tindakan Polri. 

Uli menegaskan, dalam negara hukum, Polri merupakan aparat negara yang menjalankan fungsi penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta perlindungan masyarakat.

Maka, dalam penanganan konflik agraria, Polri perlu menjaga sikap netral, tidak memihak kepada kepentingan pihak tertentu, juga memastikan setiap tindakan dilakukan dengan tunduk pada peraturan perundang-undangan dan prinsip HAM. 

Merujuk data milik Konsorsium Pembaruan Agraria tren konflik agraria mengalami kenaikan sepanjang 2025. Ada 341 letusan konflik agraria, seluas 914.574,963 hektare, yang berdampak pada 123.612 keluarga pada 428 desa di 

Indonesia. Angka ini tercatat naik 15 persen dibanding tahun 2024. 

Kasus kriminalisasi dan kekerasan yang terjadi sepanjang tahun 2025 masih melibatkan aktor tradisional dalam penanganan konflik agraria seperti polisi, TNI, Satpol PP dan petugas keamanan perusahaan. Kasus kekerasan paling banyak dilakukan oleh petugas keamanan perusahaan (233 kasus), polisi (114 kasus), TNI (70 kasus), dan Satpol PP (36 kasus). 

Tag:Komnas HAMkonflik agrariapolisiPolrisengketa tanah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Presiden RI Prabowo Subianto
Nasional

Hasil Survei PISA Rendah, Prabowo Sedih Kualitas Pendidikan RI Terbelakang

Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin terhadap capaian pendidikan Indonesia yang masih tertinggal…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
5 jam lalu
Seorang dokter membaewa stetoskop.
Nasional

Soal Viral Nakes Hujat Pasien BPJS, Anggota DPR Ini Desak Evaluasi Etika Nakes

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Haris menilai meninggalnya peserta BPJS Kesehatan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
5 jam lalu
BRIN Pamerkan Teknologi Nuklir ke Prabowo. (Sumber: BPMI)
Nasional

Prabowo Dapat Kabar PLTN dari BRIN, RI Ternyata Punya 89 Ribu Ton Uranium

Presiden Prabowo Subianto menerima paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari Badan Riset…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 jam lalu
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengikuti pelantikan dan penyerahan SK di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah
Nasional

DPR Desak Purbaya Segera Tambah Transfer ke Daerah, Gaji ASN Terancam Tersendat

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid mendesak pemerintah segera memutuskan tambahan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up