Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti kinerja sebagian pejabat dan birokrat yang dinilai masih belum maksimal dalam menjalankan tugasnya.
Ia menyebut bahwa berbagai kesulitan yang dihadapi bangsa tidak lepas dari kelemahan dalam tata kelola pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan pembangunan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco di Aceh pada Senin 9 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang harus diakui secara terbuka.
Kita menyadari bahwa bangsa ini masih menghadapi banyak kendala, banyak kesulitan, banyak kekurangan,”
ujar Prabowo seperti dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden.
Kinerja Aparatur
Prabowo menilai berbagai kekurangan yang masih terjadi di Indonesia berkaitan erat dengan kinerja aparatur negara, termasuk pejabat dan birokrat yang bertanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, ada dua sisi dalam birokrasi nasional. Di satu sisi terdapat banyak aparat yang bekerja dengan penuh dedikasi, namun di sisi lain masih ada sejumlah pimpinan yang dianggap belum menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
Kekurangan-kekurangan ini sesungguhnya adalah kekurangan dari para pejabat para birokrat, para petugas. Di satu pihak banyak petugas yang bekerja dengan luar biasa. Di lain pihak masih ada di unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara,”
ucap Prabowo.
Pemerintah Harus Jujur
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus berani bersikap jujur dalam melihat berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. Ia menilai penting bagi pemerintah untuk tidak hanya menampilkan hal-hal positif, tetapi juga mengakui kelemahan yang ada agar dapat diperbaiki.
Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik yang manis-manis,”
kata Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda peresmian infrastruktur di Aceh yang menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas wilayah.
Meski acara tersebut berfokus pada pembangunan jembatan, Prabowo memanfaatkan momentum itu untuk menyampaikan pesan tegas kepada jajaran birokrasi agar meningkatkan kinerja dan tanggung jawab terhadap negara.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan nasional tidak hanya bergantung pada proyek fisik, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan dan integritas para pejabat yang menjalankan pemerintahan.



