Kementerian Pekerjaan Umum memastikan kesiapan jaringan jalan nasional di Provinsi Banten untuk menghadapi arus mudik dan arus balik idulfitri 2026.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten yang berada di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, berbagai pekerjaan pemeliharaan dan preservasi jalan telah diselesaikan menjelang H-10 Lebaran.
Langkah ini dilakukan guna memastikan mobilitas masyarakat berjalan lancar, terutama bagi kendaraan yang menuju jalur penyeberangan Merak–Bakauheni ferry route yang menjadi salah satu jalur utama mudik.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas jalan nasional agar tetap dalam kondisi prima selama periode mudik.
Ia menyebutkan bahwa pekerjaan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas ditargetkan rampung sebelum masa puncak mudik dimulai.
Seluruh pekerjaan yang berpotensi mengganggu lalu lintas kami targetkan selesai sebelum Lebaran. Dengan begitu, badan jalan sudah bersih dari alat berat maupun material sehingga masyarakat dapat memanfaatkan jalan nasional secara optimal selama periode mudik,”
kata Dody.
Antisipasi Kerusakan Jalan
Meski kondisi jalan dinilai siap, pemerintah tetap menyiapkan langkah cepat jika terjadi kerusakan akibat faktor cuaca ekstrem.
Penanganan akan dilakukan melalui metode Tambalan Cepat Mantap (TCM) dengan menggunakan material CPHMA, sehingga perbaikan dapat dilakukan secara cepat tanpa mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.
Selain itu, Kementerian PU juga menyiagakan 8 posko Lebaran di sepanjang jalan nasional Banten. Posko tersebut akan beroperasi selama masa mudik untuk membantu pengguna jalan yang membutuhkan informasi maupun bantuan.
Arus Kendaraan Diprediksi Meningkat
Sebagai salah satu gerbang utama menuju Pulau Sumatera, wilayah Banten diperkirakan akan mengalami lonjakan arus kendaraan secara signifikan.
Beberapa pelabuhan utama yang menjadi tujuan kendaraan pemudik antara lain Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas.
Salah satunya adalah pengaturan akses menuju Pelabuhan Merak dari Exit Tol KM 98. Jika antrean kendaraan semakin panjang, arus lalu lintas akan dialihkan melalui Simpang Gerem menuju jalur arteri guna mengurai kepadatan.
Dalam kondisi tertentu, misalnya saat cuaca buruk yang menghambat proses bongkar muat kapal, aparat kepolisian dapat menerapkan delaying system dengan mengalihkan kendaraan secara bertahap menuju Simpang Susun Cilegon Barat hingga Simpang Susun Cilegon Timur.
Titik Rawan Macet Selama Mudik
Kementerian PU juga telah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan selama periode mudik.
Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain Akses menuju Pelabuhan Merak – Kota Cilegon, Simpang Gerem – Jalan Arteri Cilegon, Akses menuju Pelabuhan Ciwandan, dan Ruas Serang – Cilegon yang menjadi jalur utama distribusi kendaraan dari Jakarta menuju pelabuhan.
Selain memastikan kesiapan jalan nasional, pemerintah bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga menyiapkan pengoperasian fungsional Serang–Panimbang Toll Road Seksi 2.
Ruas tol tersebut akan dibuka sementara bagi kendaraan Golongan I tanpa tarif selama periode 12–26 Maret 2026.
Bagian jalan yang difungsionalkan mencakup jalur Cikulur–Cileles, yang diperkirakan mampu memangkas waktu perjalanan dari Jakarta menuju wilayah Banten Selatan menjadi sekitar dua jam.
Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus memperlancar distribusi kendaraan selama musim mudik Lebaran.

