Pemerintah mulai menyiapkan sejumlah penyesuaian dalam penyelenggaraan Haji tahun 2026.
Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik yang berkembang di kawasan Timur Tengah, termasuk situasi keamanan di Arab Saudi yang menjadi tujuan utama ibadah haji.
Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Irfan Yusuf, mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan dengan maskapai penerbangan yang melayani transportasi jemaah haji.
Pembahasan tersebut berkaitan dengan kemungkinan perubahan jalur penerbangan yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Namun, ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membahas kenaikan harga tiket penerbangan.
Kemarin kita ketemu dengan mereka juga tidak bicara tentang kenaikan harga, hanya bicara tentang kemungkinan-kemungkinan perubahan jalur saja,”
kata Irfan di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.
Penerbangan Haji Dipastikan Tanpa Transit
Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga memastikan bahwa penerbangan kloter haji Indonesia tetap direncanakan langsung menuju Arab Saudi tanpa transit.
Selama ini tidak transit, langsung,”
tambah Menhaj.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan jemaah sekaligus mengurangi risiko perjalanan di tengah kondisi geopolitik yang belum stabil.
Meski secara umum persiapan berjalan baik, Irfan mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 2026.
Beberapa hambatan justru berasal dari internal Kementerian Haji dan Umrah. Salah satu persoalan yang masih dibahas adalah terkait status kepemilikan sejumlah aset yang masih berkaitan dengan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Harga Penerbangan Haji Dipastikan Tidak Naik
Di tengah kenaikan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah, Irfan menegaskan bahwa biaya maskapai untuk keberangkatan haji tidak mengalami kenaikan.
Menurutnya, pemerintah telah lebih dulu menandatangani kontrak harga dengan maskapai sebelum kondisi geopolitik memanas.
Sampai hari ini maskapai belum mengajukan perubahan harga karena memang kontraknya sudah kita sepakati beberapa waktu yang lalu,”
ujarnya.
Dengan adanya kontrak tersebut, biaya penerbangan bagi jemaah haji Indonesia tetap stabil meskipun terjadi fluktuasi harga minyak global.

