Penetapan Anton Timbang sebagai tersangka kasus dugaan tambang nikel ilegal menjadi sorotan publik. Sosok yang selama ini dikenal sebagai pengusaha berpengaruh di Sulawesi Tenggara itu memiliki rekam jejak panjang di dunia bisnis, organisasi pengusaha, hingga politik.
Nama Anton Timbang bukan pemain baru di lingkaran elite daerah. Ia dikenal luas sebagai figur yang memadukan peran pengusaha, tokoh organisasi, dan aktor politik lokal sebelum akhirnya terseret dalam kasus hukum yang kini tengah diselidiki aparat penegak hukum.
Pengusaha yang Naik Lewat Organisasi Kadin
Di dunia usaha, Anton Timbang merupakan figur penting dalam organisasi pengusaha di wilayah timur Indonesia. Ia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tenggara (Kadin Sultra), organisasi yang menjadi wadah utama para pelaku usaha di daerah tersebut.
Pada Februari 2026, Anton bahkan kembali terpilih memimpin Kadin Sultra untuk periode 2026–2031 melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) organisasi tersebut. Terpilihnya kembali Anton menandai periode kedua kepemimpinannya di organisasi pengusaha terbesar di Sulawesi Tenggara itu.
Dalam berbagai kesempatan, Anton menyatakan komitmennya mendorong investasi dan penguatan sektor ekonomi daerah. Ia juga aktif mempromosikan potensi sumber daya alam Sulawesi Tenggara, termasuk sektor pertambangan dan komoditas strategis seperti aspal Buton.
Peran aktifnya di Kadin menjadikan Anton sebagai salah satu tokoh pengusaha yang cukup berpengaruh dalam dinamika ekonomi daerah.
Jejak Politik di Partai Gerindra
Selain di dunia usaha, Anton Timbang juga memiliki kedekatan dengan dunia politik. Ia pernah menduduki posisi penting di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di tingkat provinsi.
Pada akhir 2022, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra mengeluarkan surat keputusan yang menunjuk Anton sebagai Ketua Dewan Penasehat Daerah Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Tenggara. SK tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, bersama Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani.
Penunjukan itu memperkuat posisi Anton sebagai tokoh yang memiliki pengaruh tidak hanya di sektor ekonomi, tetapi juga dalam jaringan politik daerah.
Namun pada Agustus 2023, terjadi perubahan struktur. Posisi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Sulawesi Tenggara digantikan oleh La Ode Barhim, sementara Anton Timbang tetap berada di jajaran dewan penasehat sebagai anggota.
Aktif di Forum Nasional Pengusaha
Sebagai pimpinan Kadin daerah, Anton juga kerap terlibat dalam berbagai agenda nasional organisasi pengusaha. Salah satunya saat mengikuti kegiatan konsolidasi nasional Kadin di Akademi Militer Magelang bersama ratusan pengurus Kadin dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam forum tersebut, ia menegaskan komitmen dunia usaha untuk mendukung agenda pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi.
Keterlibatan dalam forum-forum tersebut memperkuat citra Anton sebagai bagian dari jejaring pengusaha nasional yang dekat dengan berbagai agenda pembangunan pemerintah.
Kini Tersandung Kasus Tambang Ilegal
Namun, rekam jejak panjang itu kini dibayangi oleh kasus hukum. Aparat penegak hukum menetapkan Anton sebagai tersangka dalam perkara dugaan aktivitas tambang nikel ilegal yang diduga melibatkan perusahaan yang dipimpinnya.
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan aktivitas pertambangan di kawasan hutan di wilayah Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Penyidik menduga kegiatan pertambangan dilakukan di luar izin yang dimiliki perusahaan.
Penetapan status tersangka terhadap Anton membuat publik menyoroti kembali hubungan erat antara bisnis sumber daya alam, kekuatan ekonomi, dan jejaring politik di daerah kaya tambang seperti Sulawesi Tenggara.
Kasus ini juga menambah daftar panjang persoalan tata kelola pertambangan di Indonesia, khususnya di wilayah yang memiliki cadangan nikel besar dan menjadi pusat ekspansi industri tambang dalam beberapa tahun terakhir.


