Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen mengaku mengalami banyak kerugian pasca ditetapkannya sebagai tersangka atas dugaan penghasutan dalam aksi demonstrasi akhir Agustus 2025.
Delpedro menjelaskan, selama menjalani 6 bulan masa tahanan, perusahaan yang ia bangun sempat terhenti karena beberapa kerjasama dan riset Lokataru harus dibatalkan.
Dan kemudian staff dari Lokataru yang berjumlah 13 orang tidak mendapatkan gaji,”
ujar Delpedro kepada owrite baru-baru ini.
Selain itu, pendidikan S2 dan pengajuan beasiswa S3 dirinya terpaksa terhenti karena proses hukum tersebut. Belum lagi kerugian biaya yang harus dikeluarkan. Karena selama proses itu, ia banyak pengeluaran termasuk juga makanan dan sebagainya.
Delpedro sendiri berencana untuk melakukan tuntutan balik atas kerugian selama 6 bulan yang dia alami. Namun sampai saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap diskusi.
Sedang dalam pendiskusian. Terkait dengan segala kerugian yang kami alami selama 6 bulan di penjara. Itu hal-hal yang kami masukkan nanti di dalam pendiskusian soal pokok apa ganti ruginya,”
ucapnya.
Nantinya, Delpedro bersama kuasa hukumnya akan mengajukan gugatan ganti rugi melalui pra-pra adilan.
Yang kami harap di dalam proses tersebut juga mendapatkan keadilan,”
tandasnya.


