Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 6 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Wacana Penertiban Pengamat Tunjukkan Watak Otoritarian Rezim Prabowo
Nasional

Wacana Penertiban Pengamat Tunjukkan Watak Otoritarian Rezim Prabowo

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: Maret 16, 2026 12:36 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza. (Foto: owrite)
SHARE

Wacana Presiden Prabowo Subianto akan menertibkan para pengamat dan tokoh masyarakat sipil yang kritis terhadap pemerintah menuai sorotan tajam.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahaya bagi iklim demokrasi di Indonesia dan berpotensi mengembalikan negara pada sistem otoritarianisme.

Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza, menilai wacana tersebut sangat mengkhawatirkan, terlebih jika pemerintah sampai menggunakan instrumen negara seperti badan intelijen untuk mengawasi suara-suara kritis.

Pernyataan Pak Prabowo ingin menertibkan, bahkan menggunakan badan intelijen untuk data-datanya, itu jelas sebuah sikap yang menunjukkan arah demokrasi Indonesia ini bisa mengalami kemunduran kembali,”

kata Efriza kepada owrite, Senin, 16 Maret 2026.

Situasi ini menjadi ironi. Di satu sisi, publik baru saja dikejutkan oleh teror penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus.

Namun, di sisi lain, kepala negara justru mengeluarkan pernyataan yang terkesan menyudutkan kelompok kritis.

Efriza menyoroti kontradiksi dalam sikap presiden. Prabowo sebelumnya tegas menyatakan ketidaksukaannya terhadap laporan menteri yang bersifat “Asal Bapak Senang”.

Tapi dalam praktiknya, presiden justru terkesan reaktif saat publik atau pengamat memberikan data pembanding.

Reaksi Prabowo ini, menurut Efriza, diduga kuat lantaran sugesti atau asupan informasi yang kurang tepat dari para pembantunya di sektor ekonomi.

Si pejabat melaporkan bahwa ekonomi Indonesia dalam keadaan baik dan justru menuding pengamat yang memproyeksikan potensi resesi sebagai pihak salah.

Jadi ini kontradiksi sekali. Pernyataan Prabowo menyatakan tidak ingin para menterinya memberikan laporan ; asal bapak senang’ tapi di sisi lain, ternyata dia tak bisa melihat bahwa dia sedang diprovokasi atau dibuat sebuah argumen (seolah) ada kesalahan pengamat politik, pengamat ekonomi, dan masyarakat yang mengkritik pemerintah,”

jelas Efriza.

Ia mengingatkan bahwa mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga telah menyuarakan peringatan serupa.

JK menyoroti defisit anggaran luar biasa yang berpotensi memicu resesi, sebuah realitas yang kerap ditutupi oleh narasi positif dari pejabat terkait.

Sikap Presiden Prabowo yang cenderung membela menterinya dan menyalahkan kritik masyarakat dinilai membawa dampak domino yang berbahaya.

Jika diteruskan, hal ini dapat menciptakan budaya arogansi dalam Kabinet Merah Putih.

Antara lain, menteri dan pejabat akan merasa tidak pernah salah (kebal kritik) karena merasa selalu dilindungi oleh presiden atas dasar “keringat perjuangan” politik di masa lalu; ketika terjadi kegaduhan akibat kebijakan yang buruk (seperti polemik Makan Bergizi Gratis atau isu ekonomi), pemerintah menuduh rakyat sebagai penyebab kekacauan, bukan mengevaluasi kebijakan; pemerintah akan terjebak pada angka kepuasan publik yang dipoles, sementara realitas di akar rumput menunjukkan gejolak dan ketidakpuasan.

Semestinya Prabowo itu berpihak kepada masyarakat. Lebih baik Prabowo menyalahkan para menteri-menterinya, kenapa mereka (pemerintah) dikritik? Atau kenapa persepsi publik menganggap adanya resesi ekonomi? Itu yang harus dijawab,”

tegas Efriza.

Efriza pun memberikan catatan kritis bagi eksekutif maupun legislatif, untuk segera memperbaiki pola komunikasi politik dan evaluasi kebijakan:

  1. Presiden Prabowo diminta untuk tidak mudah percaya pada bawahan. Kritik masyarakat harus dilihat sebagai umpan balik yang menandakan adanya kesalahan dalam sebuah kebijakan, bukan serangan personal;
  2. Hentikan motif politik pribadi Menteri. Pejabat yang turun ke lapangan bukan untuk menyosialisasikan program, melainkan demi mendongkrak popularitas pribadi untuk kepentingan politik masa depan (seperti mengincar posisi Cawapres), padahal kinerja ekonominya sedang dipertanyakan.
  3. Anggota parlemen didesak untuk berani bersuara dan menjalankan fungsi pengawasannya. DPR tidak boleh hanya diam dan ikut menyalahkan masyarakat atau media sosial hanya karena merasa berada di barisan pendukung pemerintah.

Demokrasi itu kekuasaan diberikan oleh rakyat dan dijalankan kewenangannya oleh pemerintah, tapi legitimasi tetap ada di rakyat. Kalau (pemerintah) reaktif dan memaksakan kehendak, jelas pemerintahan ini bisa terjerumus kepada karakter otoritarian,”

ujar Efriza.

Semua polemik ini bermula ketika Presiden Prabowo menegaskan bakal menertibkan pengamat yang dia anggap rugi di bawah pemerintahannya.

Ia klaim pihak-pihak sama dengan koruptor yang merugikan negara, serta ia memiliki data intelijen perihal pengamat menerima duit dari kelompok tertentu guna membiayai mereka.

Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang hilang rezeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor, ya, merasa rugi dengan pemerintah. Kami mau tertibkan,”

ujar dia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026.

Respons Prabowo akibat itu setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan “ada pihak yang mengatakan ekonomi di Indonesia mengalami krisis”.

Pengamat-pengamat ada beberapa macam, menurut saya. Pengamat-pengamat yang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya, sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan patriotik,”

kata Prabowo.
Tag:Iklim DemokrasiOtoritarianPenertiban PengamatRezimWacana
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Polemik ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Layangkan Somasi dan Ultimatum 3×24 Jam ke Pengurus KWP
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus
1
BPS: Laju Ekonomi RI Kuartal II-2026 Melambat ke 5,29 Persen
By Anisa Aulia
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di kantornya, 5 Agustus 2026.
2
Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam
By Rahmat Tunny
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
3
Viral Pasien BPJS Soroti Komentar Nakes yang Tak Berempati
By Syifa Fauziah
Petugas melayani warga peserta program BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Jakarta
4
Kenapa Makin Banyak Nyamuk di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Ilmiahnya 
By Ani Ratnasari
Nyamuk saat musin panas
5

BERITA LAINNYA

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Nasional

Jangan Berulah, Kapolri Patrolikan Tim Siber Kejar Penyebaran Hoaks Isu Demo Agustus

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan instruksi ke jajaran untuk menindak…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
4 jam lalu
Kapolri Sigit menanggapi kabar dirinya bakal dicopot dari jabatannya di Kemenko Polkam. (Sumber: istimewa)
Nasional

Kapolri Ingatkan HUT RI ke-81 Milik Semua, Keamanan Jadi Tanggung Jawab Bersama

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan tugas menjaga stabilitas keamanan jelang HUT…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
5 jam lalu
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini
Nasional

Pasien BPJS Meninggal usai Tunggu 8 Jam, DPR Desak Kemenkes Usut Rumah Sakit

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
5 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Sumber: owrite)
Nasional

Masih Banyak Siswa Keracunan, Amnesty Internasional Minta Pemerintah Stop MBG

Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up