Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mulai berdampak langsung pada sektor pariwisata di Provinsi Bali.
Pemangkasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) baik dalam maupun luar negeri, turut menurunkan tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan Bali.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjok Ace, mengatakan kunjungan wisatawan domestik ke Bali sangat berkurang jauh setelah adanya kebijakan pemerintah untuk mengurangi biaya perjalanan dinas.





