Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Wayan Sumarajaya menegaskan bahwa konflik yang memanas di Timur Tengah secara langsung belum berpengaruh dengan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.
Artinya,hingga saat ini kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali masih cukup stabil.
Wisatawan yang datang ke Bali berasal dari berbagai negara dengan pasar yang sangat beragam. Sampai saat ini kunjungan tertinggi berasal dari Australia,”
ujar Sumarajaya kepada owrite baru-baru ini.
Sumarajaya menjelaskan secara umum, kondisi pariwisata Bali saat ini sangat kondusif dan stabil. Aktivitas pariwisata berjalan normal dengan tingkat kunjungan yang baik.
Wisatawan mancanegara yang saat ini mendominasi kunjungan ke Bali antara lain berasal dari Australia sebanyak 134.781 wisatawan, India 37.351 wisatawan, China sebanyak 45.896 wisatawan, Korea Selatan 27.508 wisatawan, dan Rusia 24.917 wisatawan.
Pasar Australia masih menjadi salah satu kontributor terbesar untuk kunjungan wisatawan ke Bali,”
tuturnya.
Meski kunjungan wisatawan di Bali masih stabil, Sumarajaya tetap khawatir jika kondisi geopolitik ini berlangsung lama, karena pasti akan berdampak tidak baik dalam berbagai sektor.
Misalnya, akan terjadi kenaikan harga minyak, biaya penerbangan, atau perubahan persepsi keamanan global yang dapat mempengaruhi keputusan perjalanan para wisatawan.
Untuk itu, Dinas Pariwisata Bali pun melakukan langkah-langkah antisipasi, seperti, berkolaborasi dengan seluruh pelaku pariwisata untuk bersana-sama menciptakan image, bahwa Bali adalah tempat yang aman.
Kemudian memperkuat promosi di pasar utama dan pasar potensial, diversifikasi pasar wisatawan agar tidak bergantung pada satu kawasan saja.
Selanjutnya kolaborasi dengan maskapai dan pelaku industri pariwisata untuk menjaga konektivitas penerbangan, serta Wisatawan Nusantara akan sangat membantu dalam kondisi seperti ini. Karena beberapa bandara Penghubung juga terkena dampak.


