Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi dua prajurit TNI yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali gugur akibat hantaman militer Israel di Lebanon Selatan. Selain itu dua prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka berat atas insiden itu.
Kepala Biro Info Pertahanan Kemhan, Brigadir Jenderal TNI, Rico Sirait mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan markas besar UNIFIL untuk memastikan kondisi prajurit TNI yang masih bertugas.
Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),”
ujar Rico melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 31 Maret 2026
Rico menerangkan dua prajurit yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut. Pemerintah bersama UNIFIL masih menyelidiki penyebab pasti melalui investigasi.






