Kementerian Tenaga Kerja mengimbau pelaksanaan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi sektor swasta.
Upaya ini untuk mendorong efisiensi energi dan adaptasi pola kerja baru. Pelaksanaan WFH sektor swasta bersifat anjuran, pengaturan teknis pelaksanaan sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing perusahaan
Untuk swasta, ini anjuran. Jika ingin sejalan dengan ASN, bisa memilih hari Jumat (untuk WFH), tetapi tidak wajib,”
kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu, 1 April 2026.
Teknis, termasuk lokasi kerja, diserahkan kepada perusahaan, selama tidak mengganggu produktivitas,”
sambung dia.
Yassierli ingin kebijakan ini dapat berdampak positif terhadap stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung penghematan energi, yakni mampu menekan konsumsi bahan bakar, meningkatkan efisiensi, serta menjaga produktivitas kerja.






