Ekonom Core Indonesia Dipo Satria Ramli mengkritik arah kebijakan perekonomian di bawah tangan pemerintahan Presiden Prabowo.
Di balik narasi “Ekonomi Pancasila” yang sering didengungkan kepada publik, ia berpendapat praktik nyata di lapangan justru menunjukkan state capitalism atau kapitalisme negara yang berisiko tinggi.
Konsepnya, kalau dia (presiden) berpidato (soal) ‘Ekonomi Pancasila’. Singkatnya, yang dijalankan Prabowo ini adalah state capitalism,”
ujar Dipo dalam acara “Sebelum Pengamat Ditertibkan”, Selasa, 31 Maret 2026, di Jakarta.
Ia menjelaskan kapitalisme negara sejatinya memiliki rekam jejak sukses di beberapa negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Namun, ia mencatat ada perbedaan pendekatan yang dilakukan oleh Indonesia. Praktik di Indonesia saat ini dinilai seperti gaya Tiongkok yang memonopoli seluruh sektor, tanpa pelibatan swasta secara proporsional.






