Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) kembali melaporkan kasus penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus ke Bareskrim Polri dengan dua pasal sekaligus yakni aksi terorisme dan pembunuhan berencana.
Perwakilan TAUD dari KontraS, Afif Abdul Qoyim, mengatakan pihaknya telah mengantongi hasil analisis mendalam terhadap 34 titik kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, termasuk rekaman dari kantor YLBHI, KontraS, dan Lokataru.
Dalam rekaman tersebut terlihat pergerakan belasan orang yang diduga kuat sebagai pelaku lapangan. Afif menyebut ada pola koordinasi yang sistematis di antara mereka.






