Psikolog anak dan keluarga, Sani B Hermawan memberi tanggapan terkait Peraturan Pemerintah (PP) No 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) yang telah diresmikan pemerintah sejak 28 Maret 2026.
Dalam PP Tunas tersebut mewajibkan platform digital dan game membatasi akses anak di bawah 16 tahun, termasuk verifikasi usia, pembatasan waktu, dan fitur keamanan. Aturan ini menargetkan game online dan media sosial.
Sani mengatakan aturan ini merupakan gebrakan dari pemerintah untuk membuat orang tua mawas diri dan sadar akan bahaya ruang digital anak.
Saat ini banyak sekali korban anak dari ruang digital yang dibebaskan orang tua. Aturan ini berpengaruh kalau implementasinya dilakukan dengan sungguh-sungguh,”
ujar Sani kepada Owrite.id, Jumat, 10 April 2026.
Sani mengatakan orang tua perlu memahami tentang PP Tunas untuk menjaga anak tidak adiksi pada permainan di ruang digitalnya. Untuk itu, orang tua bisa mengganti kegiatan anak dengan hal yang lebih nyata.
Misalnya interaksi sosial, permainan yang nyata, dan hal-hal yang sifatnya interaktif yang mana tidak ada di ruang digital,”
jelasnya.
Selain itu, lanjut Sani, cara agar anak tidak stres dalam pembatasan digial tersebut adalah orang tua harus memberikan substitusi dengan kegiatan lain yang lebih menarik.
Orang tua juga perlu mendapatkan literasi ruang digital yang baik agar bisa mengarahkan anak dengan baik dan benar.
Ini juga yang jadi concern pemerintah, orang tua perlu tahu bahayanya jika membebaskan anak dengan akun pribadi yang sifatnya berisiko, kayak kecanduan, cyber bullying, interaksi dengan orang tidak dikenal, kemungkinan anak jadi korban eksploitasi seksual, penipuan, dan lain-lain,”
tuturnya.
Lebih lanjut Sani mengatakan bahwa orang tua harus bersama pemerintah memiliki frekuensi yang sama untuk melindungi anak dari berbagai ancaman di ruang digital.
Sehingga anak juga aktif untuk mengambil langkah bijak dan kreatif untuk melalukan kegiatan bersama anak dan tidak pantang menyerah.
Dan orang tua juga jangan bersifat negatif terhadap PP Tunas, karena kalau bersikap negatif apa yang dilakukan pemerintah akan dianggap sebelah mata, padahal yang dimaksudkan tidak seperti itu. Pahami aturannya kemudian baru bisa meyakinkan anak bahwa PP ini penting dan tepat sasaran,”
tandasnya.



