Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo merespons perihal “bersih-bersih” di internal kementeriannya. Namun, ia belum mau mengungkap aktor intelektual di balik perkara-perkara tersebut.
Contoh “pembersihan” di bawah kepemimpinannya yakni dugaan pejabat meminta gratifikasi terkait pernikahan anak dari sekretaris pejabat di Kementerian Pekerjaan Umum, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perihal pembangunan pendopo (pembangunan gedung Cipta Karya), dan isu keberadaan kekuasaan bayangan (deep state) di dalam tubuh instansinya.
Kalau masalah ‘bersih-bersih’, memang itu tugas yang diembankan oleh Pak Prabowo. Tapi kalau masalah aktor intelektual, mungkin sebaiknya saya tidak menyebutkan di depan publik,”
ujar dia di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat, 17 April 2026.
Alasannya pengungkapan nama ke ruang publik berpotensi memicu polemik atau persoalan hukum baru. Dody tak mau sembarang berbicara, ia menyatakan informasi ihwal pihak-pihak yang bertanggung jawab akan ia simpan untuk disampaikan langsung kepada kepala negara.






